Minggu, Mei 19, 2024
BerandaKesehatanMengerikan! Dua Warga Cilegon Meninggal Akibat DBD, Dinkes Ajak Masyarakat Lakukan Ini

Mengerikan! Dua Warga Cilegon Meninggal Akibat DBD, Dinkes Ajak Masyarakat Lakukan Ini

BCO.CO.ID – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Cilegon, terus menunjukkan kenaikan setiap bulannya. Bahkan berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Cilegon, terdapat dua orang warga di wilayah ini meninggal dunia akibat terjangkit virus ini.

Kepala Bidang (Kabid) Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) pada Dinkes Kota Cilegon Febrinaldo menjelaskan, kedua warga yang meninggal akibat DBD itu terdapat di wilayah Kecamatan Ciwandan dan Kecamatan Jombang, yakni di Kelurahan Panggung Rawi.

“Kalau lihat dari analisa kasus, Januari sampai April memang ada peningkatan,” ujar Febrinaldo, di Aula Setda Pemkot Cilegon, Selasa 14 Mei 2024.

iklan
iklan

Febri bilang, ada perbandingan angka kasus DBD di Kota Cilegon setiap tahunnya. Pada tahun 2022, terdapat 572 kasus. Kemudian di tahun 2023, terdapat 242 kasus. Dan pada periode Januari sampai April 2024, sudah terdapat kurang lebih 200 kasus DBD dengan korban meninggal dunia dua orang.

iklan

Penyeberan kasus ini, lanjut Febri, rata-rata hampir terjadi di setiap kelurahan dan menyerang anak-anak hingga orang dewasa. “Merata, di setiap kelurahan ada. Ada dewasa, ada anak-anak juga,” terangnya.

iklan

Untuk mengantisipasi semakin merebaknya kasus DBD,serta untuk menekan angka kematian akibat penyakit ini. Dinas Kesehatan Kota Cilegon meminta masyarakat untuk terlibat langsung dalam pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan masing-masing.

Febri berujar, masyarakat dapat melakukan tindakan berupa menguras, mengubur, dan memusnahkan sarang nyamuk dengan berbagai cara. Seperti pemberian bubuk Abate pada kolam atau bak mandi, lalu ikanisasi atau pemberian ikan pada kolam untuk membunuh jentik nyamuk.”Kita mengantisipasi menurunkan angka DBD apalagi kematian, dan juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk,” ujarnya.

Di lain sisi, Febri menyampaikan, tindakan berupa fooging tidak bisa sembarangan dilakukan. Sebab, fooging hanya memusnahkan nyamuk dewasa dan memiliki dampak negatif bagi kesehatan manusia. “Mindset (pola pikir-Red) masyarakat itu inginnya di fooging, fooging itu hanya membunuh nyamuk dewasa. Sementara PSN ini juga lebih penting,” pungkasnya. []

iklan
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Recent Comments