Kamis, Mei 21, 2026
BerandaPemerintahanKajari Cilegon Janji Sanksi Tegas Pegawai Bandel  

Kajari Cilegon Janji Sanksi Tegas Pegawai Bandel  

BCO.CO.ID – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Cilegon Febrianda Ryendra, berkomitmen menegakkan kedisiplinan di internalnya. Mantan Koordinator Kejati Banten yang juga pernah bertugas di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menegaskan, ia tidak akan segan memberikan sanksi bagi pegawai yang terbukti nakal atau melanggar aturan.

Hal tersebut disampaikan Febrianda di hadapan para jurnalis dalam acara Coffee Morning yang digelar di Aula Kejari Cilegon pada Kamis 21 Mei 2026.

“Pokoknya kasih tau saja, kalau ditemukan bisa laporkan saja ke saya atau bisa whatsapp,” kata Febrianda.

Ia menjelaskan, mekanisme sanksi yang akan diberlakukannya tetap mengedepankan prosedur pembinaan berupa teguran tertulis. Namun, jika teguran tersebut diabaikan hingga tiga kali, tindakan tegas akan langsung diambil. “Pegawai yang ngelem (mintah jatah_Red) itu bakal peringatan ke 1, peringatan ke 2, dan peringatan terakhir,” tegasnya.

Febrianda menambahkan, bagi pegawai yang tetap tidak menunjukkan perubahan sikap setelah mendapatkan peringatan terakhir, ia tidak akan ragu untuk merekomendasikan pemindahan tugas keluar dari wilayah hukum Kota Cilegon. “Kalau masih seperti itu lagi kami persilahkan pegawai itu mencari daerah lain selain Kota Cilegon,” ungkapnya.

Meski memasang sikap tegas, Febrianda mengaku selalu mengedepankan asas praduga tak bersalah dan berpikiran positif kepada seluruh jajarannya sejak pertama kali menginjakkan kaki di Korps Adhyaksa Cilegon tersebut. “Saya ketika bertemu semua pegawai Kejari Cilegon, saya tidak peduli apa kata orang tetapi bagi saya semuanya orang baik, kita harus positif thinking,” jelasnya.

Ia memandang bahwa kekeliruan dalam bekerja merupakan hal yang lumrah. Kendati demikian, toleransi itu ada batasnya, terutama jika kesalahan tersebut dilakukan secara berulang-ulang hingga merusak ritme kerja institusi. “Salah itu kan manusiawi, tapi jangan sampai mengganggu ritme yang sedang dikerjakan. Kalau masih gak mau berubah nanti treatmentnya berbeda,” tuturnya.

Untuk saat ini, Febrianda memilih memercayai bahwa seluruh bawahannya di Kejari Cilegon memiliki integritas yang baik dan mampu bekerja secara profesional sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. “Dari awal masuk sini saya berpikiran baik semua pegawai saya baik,” terangnya.

Namun, ia mengingatkan agar tidak ada pegawai yang coba-coba bermain api atau menyalahgunakan wewenang, karena pada akhirnya tindakan indisipliner pasti akan terendus. “Ya seleksi alam saja, kalau memang terbukti salah mau sembunyi bagaimanapun juga pasti ketauan,” pungkasnya. []

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

- Advertisment -

Recent Comments