Senin, Mei 25, 2026
BerandaKeuangan 'Oleng', BPRS CM Tak Ikut Sumbang PAD ke Pemkot Cilegon

Keuangan ‘Oleng’, BPRS CM Tak Ikut Sumbang PAD ke Pemkot Cilegon

CILEGON, BCO.CO.ID – Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Cilegon Mandiri (BPRS CM) menyatakan bahwa pihaknya belum bisa berpartisipasi dalam menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Pemkot Cilegon di tahun 2021.

Salah satu BUMD milik Pemkot Cilegon ini sedang berada pada kondisi keuangan yang tidak baik disebabkan pandemi Covid-19.

Hal itu diungkapkan Direktur BPRSCM Idar Sudarma, dalam rapat tertutup Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) BPRS Cilegon Mandiri yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Cilegon, Selasa 19 Januari 2021.

“Dalam rapat ini, kami memohon kepada Pemkot Cilegon untuk tidak menyumbangkan PAD di 2021 mengingat kondisi keuangan kami yang kurang sehat ditengah pademi covid-19,” kata Idar Sudarma.

Dijelaskan, meski dalam kondisi pandemi Covid-19, BPRSCM tetap optimis pada 2021 ini dapat meningkatkan aset dan dana pihak ketiga untuk Pemerintah Kota Cilegon.

“Kami tetap optimis meski dengan kondisi pandemi ini, keberlangsungan BUMD milik Cilegon bisa meningkatkan aset dan dana pihak ketiga. Seperti di 2020, kami mampu meningkatkan aset hingga 5 persen dan dana pihak ketiga naik hingga 8 persen. Selain itu, pangsa pasar di Cilegon masih konsumtif tentunya. Kami tetap optimis di 2021 mampu menghasilkan keuntungan. Sebab, kami masih bergantung pada usaha-usaha para nasabah di BPRS Cilegon,” papar Idar.

Di pertengahan 2019 lalu, Idar menyatakan, BPRS Cilegon pernah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena besarnya angka kredit bermasalah atau Non Performing Financing (NPF).

Karena nilai NPF yang mencapai 38 persen pada akhir 2020 ini, perbankan milik Pemkot Cilegon itu tidak mampu berbagi hasil ke kas daerah, karena pada saat ini Kasda merosot. Kendati begitu, Idar mengkalim jika BPRS Cilegon masih dalam kondisi sehat.

“Kenapa dikatakan sehat? Karena OJK lebih mengutamakan pada likuiditas perusahan. OJK hanya menekankan agar keberlangsungan perusahan harus tetap terjaga. Karena apa? Karena di likuiditas pengaruhnya pada dana pihak ketiga,” jelasnya.

Selain itu, BPRSCM bakal mendapatkan suntikan dana sebesar Rp3 miliar untuk membantu perbankan menghadapi Hari Raya Idul Fitri 2021 yang diakibatkan oleh banyaknya nasabah menarik uang mereka.

“Diperkirakan Maret dan April ini para nasabah kami akan menarik dananya untuk persiapan hari raya,” pungkasnya. []

RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -

Recent Comments