BCO.CO.ID – General Manager Hotel Forbis Cilegon Luciana Santi, akhirnya buka suara terkait kebocoran Rubber Chemical Oil (RCO) dari tangki penyimpanan yang mencemari sungai dan menimbulkan bau menyengat.
Luci bilang, RCO digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti solar. RCO tersebut baru tiba siang tadi yang kemudian dipindahkan ke tangki yang sebelumnya sudah dilakukan pengamanan. “Berhubung dengan tekanan, jadi saat mulai banyak isinya itu bocor. Dan itu lari ke jalur resapan air hujan,” kata Luciana, Sabtu dinihari 09 Agustus 2025.
Dikatakan, jalur resapan tersebut tidak terhubung dengan sistem instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Meskipun pihaknya mengaku, memiliki sistem IPAL yang sesuai dengan ketentuan.

Luci mengaku, pihaknya tidak menyadari kebocoran tersebut dan baru mengetahui kejadian ini setelah digerudug oleh warga yang resah dengan bau menyengat yang ditimbulkan. Menurutnya, RCO yang bocor tersebut dituangkan sedikit demi sedikit ke dalam tangki penyimpanan sebelum diketahui bocor.
“Kami tidak menyadari hal itu dan baru mengetahui sekitar pukul 20.00 WIB, saat warga datang ke kami,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, saat ini pihaknya telah memberikan fasilitas pertolongan pertama terhadap puluhan warga yang terdampak karena mencium bau menyengat itu. “Dari kami sudah mengirimkan dokter ke lokasi titik kumpul warga yang sudah dikoordinir dengan ketua RT/RW dan Kades setempat,” pungkasnya.
Sementara itu berdasarkan informasi yang dikumpulkan wartawan, terdapat 65 orang warga yang mendapatkan perawatan medis imbas kejadian tersebut. Selain itu, Dinas Lingkungan Kabupaten Serang akan segera mengambil sampel dan meneliti sejauh mana dampak yang ditimbulkan imbas kejadian ini. []

