Minggu, Juli 21, 2024
BerandaPendidikanTunda Cita Cita dengan Jadi Buruh dan Honorer, Gadis Cilegon Ini Akhirnya...

Tunda Cita Cita dengan Jadi Buruh dan Honorer, Gadis Cilegon Ini Akhirnya Raih Beasiswa di Italia

CILEGON.BCO.CO.ID – Gadis asal Lingkungan Keserangan Lama, Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, bernama Miranda Utami (24), berhasil meraih beasiswa kuliah di luar negeri dari Pemerintah Italia, tepatnya di University of International Studies of Rome. Alumni MAN 2 Cilegon itu akan berangkat akhir tahun 2022 nanti ke Italia untuk menjalankan studinya tersebut.

Di Benua Eropa itu, Miranda akan kuliah di jurusan Politics And International Relations. Anak dari pasangan Yudi Antoni dan Suhariyah pun mengaku sangat bersyukur karena kuliah di luar negeri merupakan cita-citanya sejak kecil.

“Saya sudah tertarik untuk sekolah di luar negeri dari sejak kecil, jadi sebenernya udah lama saya cari-cari info tentang beasiswa dan kampus di luar negeri,” ujar Miranda Utami, saat ditemui wartawan di rumahnya, Selasa 02 Agustus 2022.

Miranda menceritakan, perjalanan untuk bisa menerima beasiswa dan kuliah di Italia cukup panjang. Gadis 24 tahun ini, setelah lulus di MAN 2 Cilegon pada tahun 2016 lalu, Ia tidak langsung kuliah. Ia lebih dulu memilih bekerja mulai dari buruh pabrik di Tangerang, kemudian menjadi guru honorer, hingga menjadi guru les privat.

Tekadnya yang kuat itulah akhirnya membuahkan hasil. Demi mewujudkan cita-citanya, anak pertama dari pasangan Yudi Antoni dan Suhariyah mengaku sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk dapat menuntut ilmu di negara maju tersebut.

“Jadi sambil kerja sambil cari info-info dan persiapan juga. Pernah juga daftar di Indonesia, cuma belum keterima. Qodarullah, tanggal 26 Juli 2022 kemarin diterima di Italia,” ujarnya.

Ia bahkan mengikuti program sertifikasi bahasa asing dan lainnya sambil bekerja demi bisa mewujudkan cita-citanya tersebut.

Usaha perempuan yang saat ini sebagai guru les privat itu membuahkan hasil di tahun 2021 lalu. Berbekal informasi dari internet, ia mendaftar program beasiswa di Australia tepatnya di kampus Monash University dan Tasmania University, dan berhasil mendapatkan beasiswa.

Namun, karena persoalan biaya, akhirnya cita-citanya untuk kuliah di luar negeri harus pupus. “Di Australia cuma beasiswanya nggak full. Jadi cuma gratis uang kuliah saja. Untuk bekal sama yang lain-lain gak dapet,” tutur Miranda.

Kesempatan kuliah gratis di depan mata harus diikhlaskan Miranda karena persoalan biaya hidup. Namun akhirnya doa perempuan berhijab itu terkabul melalui beasiswa di University of International Studies of Rome impiannya terwujud.

Meski tidak beasiswa full, namun beasiswa di kampus yang berada di Roma itu Miranda mendapatkan uang kuliah, uang makan, serta uang saku.

“Harapannya semoga saya bisa terus melanjutkan pendidikan, supaya bisa bermanfaat untuk masyarakat luas khususnya daerah asal saya, Cilegon,” ujarnya.

Miranda mengaku jalannya untuk kuliah di University of International Studies of Rome pun tidak sepenuhnya mulus. Menurutnya lagi-lagi persoalan biaya yangsangat tinggi yang menghambat perjalanannya meraih impian.

“Kendalanya selama proses pendaftaran untuk apply kampus dan beasiswa ke luar negeri itu butuh biaya yang tidak sedikit, seperti biaya test bahasa Inggris sebagai persyaratan bahasa, ada juga biasanya uang pendaftaran yang di convert ke dolar atau euro, makanya kemaren saya sambil bekerja,” ujarnya.

Miranda mengaku sempat bertemu dengan Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta di rumah dinasnya beberapa waktu lalu, dan ia bersyukur mendapatkan bantuan.

“Alhamdulillah pa Sanuji bantu,” ujarnya.

Ia berharap tidak ada kendala apapun lagi hingga ia bisa terbang ke Roma untuk melanjutkan pendidikan.

Di tempat yang sama, Suhariyah, ibu dari Miranda Utami mengaku bangga dengan prestasi anaknya tersebut. Ia menekankan, selama di Italia nanti, Miranda harus wajib menjalankan ibadah dan menutup auratnya. “Alhamdulillah bangga banget, memang sewaktu TK juga dia ini anak yang selalu bikin bangga orang tuanya,” kata Suhariyah.

Terpisah, Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta mengaku bangga atas prestasi salah satu masyarakat Kota Cilegon tersebut.

Menurut Sanuji, Miranda mengaku membutuhkan biaya setidaknya Rp50 juta untuk memenuhi segala persiapan pemberangkatan seperti dokumen dan lainnya. “Saya punya lembaga Solusi Cilegon Sejahtera (SCS) insyaallah SCS akan memobilisir bantuan dari para agniya untuk bisa membantu Miranda,” ujarnya.

Sanuji juga mengaku akan berbicara dengan Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon agar bisa membantu Miranda. []

RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Recent Comments