Minggu, April 21, 2024
spot_img
BerandaHumanioraSoal Hujan Debu Batubara PT Indonesia Power, Ini Kata Warga Cubul

Soal Hujan Debu Batubara PT Indonesia Power, Ini Kata Warga Cubul

CILEGON, BCO.CO.ID – Warga Lingkungan Cubul, Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, mengeluhkan kondisi hujan debu batu bara yang memapari wilayah mereka. Pasalnya, debu halus berwarna kuning kecokelatan itu membuat area terbuka di kawasan ini menjadi kotor.

Sebagai informasi, Lingkungan Cubul merupakan pemukiman padat penduduk yang letaknya tak jauh dari berdirinya PLTU Suralaya atau PT Indonesia Power.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dan pantauan BCO Media pada Senin malam, 22 Februari 2021, di Lingkungan Cubul, RT 02 RW 03, Kelurahan Suralaya, abu batu bara tampak menempel dan membuat kotor sejumlah kendaraan, tanaman, hingga lantai rumah warga setempat. Bahkan, warga harus beberapa kali membersihkan debu halus yang terbawa angin itu.

iklan

Titin warga setempat mengatakan, peristiwa itu pertama kali terjadi dan diketahui pada siang hari saat ia keluar rumah. “Siangan, sampai masuk ke dalam abunya karena kebawa angin, baru kali ini,” kata Titin kepada BCO Media.

Selain mengotori lantai rumahnya, Titin mengungkapkan, barang-barang yang dijemurnya juga ikut terpapar abu tersebut dan menjadi kotor. “Yang diluar pokoknya semua (yang dijemur-red) kena,” ujarnya.

Masih kata Titin, ia menyayangkan sikap PT Indonesia Power yang hanya meminta maaf atas kejadian tersebut. Menurutnya, perusahaan seharusnya memberikan kompensasi atas peristiwa yang merugikan warga tersebut. Pasalnya lanjut Titin, abu batu bara ini dinilai berbahaya apabila terhirup ataupun masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan yang telah terpapar abu batu baru itu.

“Udah tahukan musimnya penyakinya kayak gini, kalau debunya terhirup banyak coba siapa yang mau ngasih biaya, orang IP enggak, kelurahan enggak, biaya sendirikan tetap. Jadi maaf aja enggak cukup, harus ada toleransinya,” tegas Titin.

Sementara Dani, warga lainnya mengatakan, kejadian itu dinilai paling parah yang menghujani wilayah paling dekat dengan perusahaan PLTU yang dikelola oleh PT Indonesia Power tersebut. Kendati begitu, ia tidak mengetahui dari unit mana debu tersebut berasal. “Ini pertama kalinya dan paling parah,” ungkap Dani.

Dani mengaku, debu tersebut mulai tak turun lagi pada sore hari setelah seharian menghujani wilayahnya. “Udah enggak sekarang mah, udah berenti,” jelasnya.

Sebelumnya, Humas PT Indonesia Power Afrizal mengakui bahwa hujan tersebut berasal dari perusahaannya. Meski begitu, Afrizal tidak menjelaskan secara detail mengenai masalah yang meresahkan warga tersebut. “Ya itu gangguan sesaat,” katanya singkat. []

RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Recent Comments