Senin, April 20, 2026
BerandaPemerintahanSPPG Yayasan Nurani Dhuafa Indonesia di TCI Ditutup BGN Usai Insiden Dugaan...

SPPG Yayasan Nurani Dhuafa Indonesia di TCI Ditutup BGN Usai Insiden Dugaan Keracunan 49 Siswa Al Inayah

BCO.CO.ID – Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Delapan di Kota Cilegon, terpaksa ditutup sementara waktu imbas dugaan keracunan massal terhadap 49 orang siswa-siswi Al Inayah usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim SPPG tersebut pada 16 April 2026 lalu.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Cilegon, Lukiah mengatakan, penutupan SPPG Delapan tersebut dilakukan sampai persyaratan yang diinginkan oleh BGN terpenuhi. SPPG Delapan diketahui merupakan SPPG yang mengirim MBG ke Al Inayah. “Dari BGN sih untuk sementara dapurnya ditutup, sampai batas waktu yang ditentukan nanti. Sampai persyaratan-persyaratan yang diinginkan BGN terpenuhi,” kata Lukiah, kepada wartawan, Senin 20 April 2026.

Selain itu, lanjut Lukiah, pihaknya juga masih menunggu hasil labolatorium terkait hal tersebut. Menurutnya, hasil lab akan keluar setelah 3-5 hari. Sementara itu, Lukiah juga menegaskan, selama proses menunggu hasil laboratorium itu. Untuk sementara, SPPG yang berlokasi di Taman Cilegon Indah dibawah pengelolaan Yayasan Nurani Dhuafa Indonesia milik seseorang bernama Irfan Ali Hakim tersebut, tidak beroperasi atau dihentikan sementara.

iklan

Terkait Sertifikat Laik Higine Sanitasi (SHLS), Lukiah menyampaikan, SPPG Delapan dibawah Yayasan Nurani Dhuafa Indonesia saat ini sedang direkomendasikan oleh Dinas Kesehatan Kota Cilegon, ke BGN pusat. Sehingga, SPPG tinggal menunggu keluarnya surat SHLS tersebut dari Pemerintah Pusat.

Menurut Lukiah, untuk mendapatkan SHLS itu banyak persyaratan yang harus dipenuhi sehingga prosesnya cukup lama dilakukan.  Namun, selama menunggu proses pembuatan SHLS, bisa dilakukan sambil berjalan atau sambil melayani program MBG tersebut. “Kita juga sambil berjalan juga sambil mengurus itu, SHLS itukan persyaratannya banyak dan harus beberapa persyaratan itu juga terpenuhi. Jadi nggak bisa sekaligus jadi gitu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Lukiah bilang, SPPG Delapan melayani 11 sekolah dengan kuota kurang lebih 2.900 penerima manfaat MBG. “Ada 11 sekolah, (untuk_Red) 2.900 an,” pungkasnya. 

Terkait insiden dugaan keracunan yang terjadi baru-baru ini, Plt Sekda Pemkot Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra mengatakan,  pihaknya telah berkoordinasi dengan Satgas MBG dan Badan Gizi Nasional (BGN). Saat ini, penyebab pasti insiden tersebut masih dalam tahap investigasi.

Berdasarkan data Pemkot Cilegon, dari 45 SPPG yang telah beroperasi di Kota Cilegon, baru 9 unit yang memiliki izin lengkap, sementara 7 unit lainnya masih dalam proses pengurusan.

Melihat kondisi ini, Pemkot Cilegon berkomitmen untuk mempercepat legalitas seluruh penyedia jasa makanan guna menjamin standar keamanan pangan. Aziz menegaskan, kelengkapan izin bukan sekadar urusan administratif, melainkan instrumen penting untuk memastikan program nasional ini berjalan aman bagi penerima manfaat. “Karena ini merupakan hal yang sangat penting sekali untuk supaya, bisa menjaga bahwa program MBG ini bisa berjalan lancar dan aman,” ujar Aziz. []

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

- Advertisment -

Recent Comments