Minggu, Januari 18, 2026
BerandaPeristiwaPlafon Atap Ruang Operasi RSUD Cilegon Ambrol, Direktur: Tidak Berdampak ke Pasien...

Plafon Atap Ruang Operasi RSUD Cilegon Ambrol, Direktur: Tidak Berdampak ke Pasien Maupun Petugas

BCO.CO.ID – Plafon atap ruang operasi di RSUD Kota Cilegon dilaporkan ambrol pada Rabu sore kemarin 4 Desember 2025. Plafon itu runtuh diduga akibat sudah lapuk dimakan usia.

Meskipun begitu, Direktur RSUD Kota Cilegon dr. Lendi Delyanto memastikan kondisi tersebut tidak berdampak terhadap pasien maupun petugas kesehatan yang bertugas di rumah sakit plat merah milik Pemkot Cilegon itu.

“Alhamdulilah walaupun itu istilahnya (kejadian-Red) tidak kita harapkan, itu tidak berdampak kepada pasien maupun petugas. Dalam arti tidak ada korban, itu kejadiannya sekitar jam 15.21 WIB kemarin,” ujar dr. Lendi Delyanto, di Rumah Dinas Walikota Cilegon, Kamis 4 Desember 2025.

Menurutnya, kondisi itu kini telah diperbaiki dan sudah kembali rapi seperti semula. Ia juga menegaskan, ruangan tersebut bisa kembali digunakan untuk melayani operasi pasien yang bersifat darurat setelah proses sterilisasi.

“Insya Allah, kalau sudah selesai proses sterilisasi dan pembersihan, bisa dipakai lagi. Tapi sementara untuk layanan operasi yang sifatnya sito atau emergensi saja,” katanya.

Pihaknya juga akan melakukan pengecekan seluruh atap ataupun rangka banguan untuk memastikan dan meminimalisir resiko yang tidak diinginkan. Pasalnya, bangunan RSUD Kota Cilegon saat ini sudah berusia hamper 20 tahun.

Lendy menambahkan, ruangan tersebut belum bisa melayani operasi yang sifatnya elektif. “Kalau ini bisa mulai dikerjakan, kami menargetkan paling tidak tiga hari ke depan ini. Kami tidak buka layanan operasi yang elektif atau rencanakan. Kecuali yang sito tadi, emergensi,” imbuhnya.

Masih kata Lendy, tidak ada pelayanan operasi pada saat kejadian itu berlangsung. Selama ini, lanjut Lendy, anggaran pemeliharaan memang disediakan. Namun, angka tersebut masih cukup kecil dibandingkan dengan belanja modal dan alat-alat kesehatan. “Masih minim ya, karena BLUD masih itu ya, untuk belanja modal, alat kesehatan rumah sakit mahal-mahal. Paling tidak perawatan-perawatan kecil. Tapi saya agak lupa mohon maaf angka anggaran pemeliharaannya,” pungkasnya.[]

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Recent Comments