BCO.CO.ID – Pemerintah Kota Cilegon tengah serius mengatasi permasalahan stunting atau gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang ditandai dengan tinggi badan anak lebih pendek dari standar usianya.
Keseriusan itu dibuktikan dengan melatih para tenaga Kesehatan (Nakes) dan kader yang dilakukan oleh Chief Of Party, Momentum Country and Global Leadership (CMGL) Indonesia, yakni Maryjane Lacosta dari Amerika Serikat yang diperkenalkan pada peringatan Hari Kesehatan Nasional, di Rumah Dinas Walikota Cilegon, Kamis 4 Desember 2025.
Dalam acara peringatan Hari Kesehatan Nasional dan kampanye cegah stunting, hadir Plt Sekda Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra, serta perwakilan industri yang turut berkolaborasi dengan Pemkot Cilegon untuk mengentaskan persoalan ini.

Wakil Walikota Cilegon Fajar Hadi Prabowo menyampaikan, pelatihan ini diberikan agar para tenaga kesehatan bisa datang ke setiap rumah untuk melakukan pencegahan stunting. Menurutnya, Nakes merupakan garda terdepan dalam upaya pencegahan stunting ini. “Saya sangat bangga di Cilegon akses kesehatannya, walaupun ada ruang yang harus diperbaiki. Mereka sudah bekerja keras para nakes, saya pun sudah berjuang agar TPP mereka tidak dikurangi,” ujar Fajar Hadi Prabowo.
Dia bilang, dari berbagai kebijakan yang dilakukan, angka stunting di Kota Cilegon terus menurun. Meskipun demikian, Fajar tak ingin berpuas diri dan akan terus menekan angka stunting di Kota Cilegon. Ia juga mengapresiasi kinerja para kader untuk menurunkan angka stunting tersebut. “Yang saya tahu menurun, tapi kita upayakan untuk press lagi. Kalau kita ingin targetnya semaksimal mungkin, tapi kita harus punya acuan,” katanya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon Ratih Purnamasari mengungkapkan, kerjasama dengan Amerika Serikat sudah berlangsung dari tahun 2022 terkait kesehatan ibu dan anak serta integrasi layanan primer (ILP). Nantinya, sekitar 78 orang mendapat pelatihan dari MCGL Indonesia dalam input data masyarakat. “Memang dari pusat, tidak hanya di Provinsi Banten, tidak hanya Cilegon. Tangerang juga ada, di Pandeglang juga pernah, itu tentang kesehatan ibu dan anaknya,” ucap Ratih.
Ratih berujar, angak stunting di Kota Cilegon saat ini tercatat hanya 19 persen atau menurun dari tahun sebelumnya yang berada pada angka 21 persen. Penurunan ini, berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia.
Upaya penekanan angka stunting juga dilakukan oleh program Presiden Prabowo Subianto melalui program Makan Bergizi Gratis untuk ibu hamil kurang gizi kronis maupun balita. “Berpengaruh juga, karenakan di untuk produktivitasnya. Dengan makanan bergizi, kemudian teratur, jadi lebih produktif. Rutin pemberiannya,” pungkasnya. []

