BCO.CO.ID – Sebuah warung milik warga di areal wisata religi Gunung Santri, Desa/Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, ludes dilalap si jago merah pada Rabu 13 Mei 2026 malam. Insiden yang terjadi di tanjakan tangga ke-6 jalur pendakian peziarah tersebut sempat mengejutkan warga dan peziarah yang berada di lokasi.
Kapolsek Bojonegara IPTU Kyflan Syukur, membenarkan peristiwa kebakaran yang menimpa warung milik Damin dan Sumiyati tersebut. Menurutnya, api pertama kali terlihat oleh saksi mata sekitar pukul 19.10 WIB. “Saksi melihat percikan api dari arah warung saat berada di bawah lereng. Karena bangunan warung didominasi material kayu, api dengan sangat cepat membesar dan menghanguskan seluruh bangunan beserta isinya,” ujar IPTU Kyflan Syukur.
Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polsek Bojonegara segera bergerak ke lokasi kejadian dengan membawa Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Proses pemadaman juga dibantu oleh warga sekitar dan pihak perusahaan terdekat yang turut mengerahkan bantuan APAR untuk melokalisir api agar tidak merambat ke bangunan lain di jalur ziarah. “Berkat sinergi antara anggota Polri, masyarakat, dan pihak perusahaan, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 20.30 WIB,” jelas Kapolsek.
Berdasarkan pendataan di lapangan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Namun, bangunan warung beserta barang dagangan berupa minuman ringan, peci, handuk, kipas, hingga tasbih hangus tak bersisa. Adapun kerugian materil diperkirakan mencapai Rp 15.000.000,- dengan dugaan bahwa kebakaran diduga akibat korsleting listrik pada jaringan kabel di dalam warung. “Dugaan sementara penyebab kebakaran akibat korsleting listrik,” terangnya.
Pihak kepolisian telah melakukan pengamanan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan situasi di kawasan wisata religi Gunung Santri kembali kondusif. IPTU Kyflan mengimbau kepada para pemilik warung dan masyarakat di area wisata untuk lebih waspada terhadap penggunaan instalasi listrik guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. []
