BCO.CO.ID – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, menunjukkan progres yang signifikan. Komandan Kodim (Dandim) 0623/Cilegon, Letkol (Inf) Imam Buchori menyatakan, rata-rata pencapaian sasaran fisik maupun non-fisik saat ini telah menyentuh angka 80 hingga 90 persen.
“Alhamdulillah, sampai hari ini pencapaian TMMD kita rata-rata sasaran sudah di angka 80-90 persen. Ini meliputi semua kegiatan, baik sasaran fisik maupun non-fisik,” ujar Letkol Imam Buchori, Rabu 15 Mei 2026.
Oleh sebab itu, Kodim Cilegon terus mengebut pengerjaan agar seluruh target dapat rampung 100 persen sebelum penutupan. Beberapa capaian utama yang dilaporkan antara lain pembukaan lahan sudah mencapai 2,8 km. Untuk pemadatan lahan, telah tercapai 1,4 km dan menyisakan sekitar 200 meter lagi dengan saluran irigasi juga sudah mulai terbentuk.
Dari 10 titik sumur bor yang direncanakan, 8 titik sudah rampung 100 persen, sementara 2 titik lainnya berada di angka 80 persen dan ditargetkan selesai secepatnya. Fasilitas MCK (5 unit) dan pipanisasi air bersih juga telah dinyatakan tuntas 100 persen. Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 10 unit terus berjalan. Selain itu, pengerjaan renovasi musholah yang mencakup pembongkaran, penggantian atap, hingga pengecatan ulang telah mencapai 80 persen.
Selain infrastruktur, TMMD kali ini juga menyasar sektor kesehatan dan sosial. Kegiatan seperti operasi katarak, penyuluhan masyarakat, pemberian paket sembako, serta program penanganan stunting telah dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian TNI kepada masyarakat.
Imam menambahkan, pengerjaan ini dipantau langsung oleh Tim Wasev Mabes TNI AD yang sempat meninjau lokasi. “Kami memaksimalkan jumlah pekerja, prajurit, hingga anggota Babinsa untuk membantu agar maksimal tanggal 19 Mei semuanya sudah 100 persen,” imbuhnya.
Dandim juga berpesan kepada para penerima manfaat di 10 kampung agar senantiasa bersyukur. Ia menekankan bahwa terpilihnya para penerima bantuan bukan sekadar urusan data birokrasi, melainkan juga merupakan ketetapan Tuhan.
Masyarakat diharapkan menjaga akses jalan yang telah dibuka agar program pemerintah selanjutnya tinggal melakukan peningkatan kualitas, bukan mulai dari nol lagi. Bagi penerima bantuan RTLH, diharapkan hunian yang layak dapat meningkatkan kualitas pendidikan anak dan kesehatan keluarga.”Rumah yang layak akan berpengaruh pada kenyamanan anak belajar. Tidak bocor lagi saat hujan, sirkulasi udara lebih bagus. Dengan begitu, kesejahteraan masyarakat pun akan meningkat,” pungkas Dandim. []
