Senin, April 15, 2024
spot_img
BerandaHukum & KriminalPelaku Perang Sarung di Waduk Krenceng Diamankan Polisi untuk Dibina

Pelaku Perang Sarung di Waduk Krenceng Diamankan Polisi untuk Dibina

CILEGON, BCO.CO.ID – Sepuluh orang remaja yang melakukan aksi perang sarung di Waduk Krenceng, dan viral di media sosial diamankan oleh pihak kepolisian dari Polsek Ciwandan, Kamis 15 April 2021.

Mereka berhasil diamankan setelah aksi perang sarung yang dilakukan pada pagi hari itu viral di media sosial. Para remaja yang terlibat aksi tersebut diketahui merupakan warga dari Lingkungan Ramanuju, Krenceng, dan Samangraya. Kapolsek Ciwandan AKP Ali Rahman mengatakan, peristiwa perang sarung yang melibatkan remaja itu terjadi pada hari pertama puasa di bulan suci Ramadhan atau pada hari Selasa 13 April 2021. “Ada 10 orang, mayoritas dari mereka-mereka ini adalah anak di bawah umur antara 15–19 tahun,” kata AKP Ali Rahman, Kapolsek Ciwandan kepada wartawan.

Menurut Ali, remaja-remaja tanggung itu sebelumnya saling mengundang melalui aplikasi komunikasi Whatsapp Grup (WAG). Selain itu, ketiga kelompok tersebut memanfaatkan sepinya penjagaan di waduk tersebut untuk melakukan aksinya. Diketahui, pagi hari merupakan jam peralihan penjagaan di area waduk itu.
Selanjutnya setelah bertemu, kelompok remaja tersebut mulai melakukan aksinya dengan membuat bulatan pada sarung dengan cara di ikat ujungnya. “Dari warga Krenceng, saudara F mengajak saudara R yang selanjutnya mengundang melalui grup WA (Whatsapp-red) dan kelompok dari anak-anak Ramanuju saudara I yang mengundang teman-temannya yang masing-masing berjumlah enam orang,” jelasnya.

iklan

Dalam upaya tersebut, Polsek Ciwandan dibantu Satreskrim Polres Cilegon untuk mencari dan mengamankan tiga kelompok anak-anak remaja tanggung itu. Kemudian, kepolisian juga memanggil orangtua serta Ketua RT/RW untuk diberikan pembinaan yang selanjutnya mereka dikembalikan lagi kepada orang tua masing-masing. “Memang kegiatan ini tidak patut dilakukan karena masa Pandemi Covid-19 tidak boleh adanya kerumunan terutama kerumunan-kerumunan yang tidak ada gunanya. Dalam hal ini kita juga laksanakan pembinaan kepada mereka,” imbuh Kapolsek Ciwandan.

Masih kata AKP Ali Rahman, 10 orang remaja itu terpaksa di bawa ke Mapolsek Ciwandan lantaran untuk mencegah aksi tersebut dan menimbulkan korban jiwa karena hal tersebut. Diharapkan, setelah mengikuti pembinaan remaja-remaja tersebut akan sadar karena ulah mereka itu dapat membahayakan diri dan orang lain.
“Harapan kita kedepan, tidak ada lagi aksi-aksi jalanan seperti ini,” ujarnya.

Lebih lanjut Kapolsek Ciwandan mengatakan, aksi tersebut dilakukan remaja tersebut lantaran iseng dan dilakukan setelah menjalani sahur serta shalat subuh. “Iseng, mereka ngundang. Saya enggak tahu apakah ini bagian dari tradisi atau tidak, yang jelas yang kita garis bawahi adalah ini masih dalam kondisi Pandemi Covid-19,” pungkasnya. []

RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Recent Comments