BCO.CO.ID – Peserta BPJS Kesehatan Mandiri yang juga warga Lingkungan Kaligandu Kidul, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, bernama Fajar, mengeluhkan pelayanan di RSUD Kota Cilegon terkait tindakan poli bedah mulut yang harus menunggu sampai sembilan bulan lamanya.
Fajar memiliki masalah pada gigi bungsu dan baru dijadwalkan menerima tindakan pada 04 Mei 2026 mendatang. Padahal ia sendiri, sudah mengikuti seluruh prosedur baik dari tingkat fasilitas pertama hingga mendapat rujukan ke RSUD Kota Cilegon dalam rentang waktu dari bulan Juni hingga awal Agustus 2025.
Ia juga masih tetap sabar setelah salah seorang pegawai kesehatan di rumah sakit milik Pemkot Cilegon itu, memberikan kabar bahwa alat rontgen yang digunakan habis mengalami kerusakan meskipun sudah lama menunggu antrean.
“Ternyata itu saya bakal operasi di tanggal 4 Mei 2026. Alasannya antreannya banyak, terus dokternya cuma satu. Kalau emang dokternya cuma satu, kenapa enggak ditambah. Makanya kalau diomong bobrok, ya begitulah kacau,” keluh Fajar, dikonfirmasi BCO Media, Rabu 6 Agustus 2025.
Fajar bilang, seharusnya pihak rumah sakit berinisiatif menambah fasilitas kesehatan yang disediakan. Ia juga tidak mendapat solusi dari rumah sakit tersebut. Obat pun, ia harus beli sendiri.
Ia merasa miris apabila kasus yang dialaminya menimpa orang yang tidak mampu yang mengandalkan BPJS. “Ya harus jadi perhatian dong dari rumah sakit ini, kalau amit-amit pasiennya itu enggak ada umur, apa tetap mayitnya mendapat tindakannya di 2026 gitu cabut gigi,” ungkapnya.
Masih kata Fajar, kondisi yang ia alami mendapat perhatian dari Wakil Walikota CIlegon Fajar Hadi Prabowo dan Ketua DPRD Kota Cilegon Rizki Khairul Ichwan. Kedua pejabat itu, berniat akan memanggil manajemen RSUD Kota Cilegon. “Makanya sayang mas, pemimpinnya bagus-bagus tapi fasilitas dan pelayanan kesehatannya itu ternyata nol,” pungkasnya.
Terpisah, Humas RSUD Kota Cilegon Yoyo Muhazir bilang, bahwa poli bedah mulut baru ada di RSUD Kota Cilegon dengan dokter yang terbatas. “Dengan keterbatasan tenaga, jadi ya mungkin itu terjadwalnya jadi panjang,” kata Yoyo.
Ditanya soal inisiatif penambahan tenaga kesehatan ataupun alat, Yoyo mengaku tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut. Ia juga menjelaskan, bahwa rumah sakit swasta yang ada di Kota Cilegon tidak memiliki poli bedah mulut. “Pasiennya juga banyak dari mana-mana di rujuk ke kita. Dari Serang aja di rujuk ke kita, karena dari Serang pun informasinya belum ada bedah mulut. Rumah sakit Krakatau Steel enggak punya, RS Hermina belum ada, RS Kurnia belum ada. Pada enggak punya. Mohon izin aja, semua terlayani cuman memang waktu, karena tadi keterbatasan dokternya cuman satu gitu,” tutupnya. []
