Selasa, Juni 2, 2026
BerandaOlahragaMenang Telak di Final, SSB Citra Pertanyakan Dasar Diskualifikasi Penyisihan Piala Presiden...

Menang Telak di Final, SSB Citra Pertanyakan Dasar Diskualifikasi Penyisihan Piala Presiden U-12

BCO.CO.ID – Sekolah Sepak Bola (SSB) Citra mempertanyakan keputusan panitia yang mendiskualifikasi timnya dari ajang Piala Presiden Regional Kota Cilegon U-12 meski berhasil meraih kemenangan pada partai final.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Geger Cilegon, Minggu 31 Mei 2026, SSB Citra tampil dominan dan mengalahkan Duta Yunior dengan skor telak 4-0. Namun usai laga, panitia justru menyatakan tim tersebut didiskualifikasi.

Keputusan itu memicu keberatan dari manajemen dan pelatih SSB Citra. Mereka menilai sanksi dijatuhkan bukan karena adanya pelanggaran usia maupun identitas pemain, melainkan akibat kesalahan administrasi berupa tertukarnya foto pemain dalam buku pemain.

Official Manager SSB Citra, Uung Rosdiana, menegaskan pihaknya tidak melakukan manipulasi data maupun pencurian umur pemain. Menurutnya, seluruh pemain yang didaftarkan telah dilengkapi dokumen resmi dan lolos proses verifikasi panitia sebelum kompetisi dimulai. “Saya tidak mencuri umur, mencuri data, yang dibawa data asli. Tetap mereka kekeh kami dipanggil kembali, bermusyawarah lah, oke saya terima salah tempel foto,” kata Uung kepada wartawan.

Uung mengakui terjadi kekeliruan saat pemasangan foto pemain karena proses penyusunan administrasi dilakukan secara bertahap. Namun ia menegaskan kesalahan tersebut hanya terkait foto, sementara identitas pemain tetap sesuai dengan dokumen resmi.

“Karena saya tidak hafal nama-nama anaknya, saya nempel itu akhirnya salah orang. Secara dokumen sudah benar, cuma foto saja. Di pertandingan juga data diri anak-anak itu bawa, kalau ada keluhan kita siap menunjukkan,” ujarnya.

Persoalan tersebut, lanjut Uung, baru dipermasalahkan saat memasuki babak semifinal. Saat itu manajemen SSB Citra dipanggil untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan ketidaksesuaian foto pemain. “Nama itu sudah disahkan oleh tim skrining. Bahkan akta kelahiran, kartu keluarga, dan KIA saya bawa dan sudah disahkan,” tuturnya.

Pelatih SSB Citra U-12, Totok Suprianto, juga mempertanyakan mekanisme penjatuhan sanksi yang dilakukan panitia. Ia menegaskan seluruh pemain yang diturunkan telah terdaftar dalam Formulir Penetapan Pemain (FPP) yang diterbitkan penyelenggara. “Di FPP itu saya memasukkan pemain berdasarkan namanya. Jika ada namanya di situ maka saya akan mainkan, dan semua pemain yang saya bawa ada namanya,” kata Totok.

Menurut Totok, apabila terdapat keberatan dari tim lain, panitia semestinya menempuh mekanisme resmi melalui Komisi Disiplin (Komdis) dan melakukan verifikasi ulang sebelum menjatuhkan sanksi.

“Harusnya kalau ada protes dia tampung, bukan langsung eksekusi. Sesuaikan dengan statuta pertandingan, kita ada manual pertandingan apa yang memberhentikan atau membuat diskualifikasi pada tim,” tegasnya.

Selain mempertanyakan dasar diskualifikasi, manajemen SSB Citra juga menyoroti keputusan akhir terkait penetapan juara. Uung mengaku sempat menerima informasi bahwa status juara pertama SSB Citra dianulir menjadi juara kedua. Namun saat pengumuman resmi dilakukan, nama timnya justru tidak tercantum dalam daftar juara. “Begitu pengumuman semua tidak ada juara Citra itu, itu yang jadi tanda tanya besar,” katanya.

Atas kejadian tersebut, SSB Citra berencana mengirimkan surat resmi dan meminta audiensi dengan PSSI guna memperoleh penjelasan terkait proses serta dasar keputusan yang diambil panitia penyelenggara. “Intinya kami tidak mau tercoreng gara-gara pencurian umur atau manipulasi data. Langkah yang akan kami tempuh mau duduk bersama, bersurat dengan PSSI,” pungkas Uung. []

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

- Advertisment -

Recent Comments