Minggu, April 14, 2024
spot_img
BerandaHumanioraMiris! Kakak Beradik di Kaligandu Tinggal di Rumah Tak Layak Huni, Pernah...

Miris! Kakak Beradik di Kaligandu Tinggal di Rumah Tak Layak Huni, Pernah Sampai Tak Makan

BCO.CO.ID – Dua kakak beradik di Lingkungan Kaligandu, RT 09/04, Kelurahan/Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, terpaksa hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Pasalnya, kedua kakak beradik yang masing-masing bernama Rohyadi (25) dan Febri (15) harus menempati rumah yang tak layak huni.

Keduanya tinggal di bangunan rumah tua dengan lebar 2 kali 5 meter yang ditinggalkan orangtuanya, yang sudah lama meninggal dunia. Apabila hujan, rumah tersebut kerap bocor lantaran atap bangunan sudah banyak yang rusak.

Rumah yang ditempati kedua kakak beradik ini bahkan tak memiliki dapur atau kamar mandi. Untuk memasak, mereka memanfaatkan ruang depan yang disekat triplek. Sementara untuk kamar utama, ada di bagian tengah yang dipasangi alas seadanya agar tidak terlalu dingin saat beristirahat.

iklan

Febri mengaku, dia dan kakaknya telah menempati rumah tersebut sejak ibunya meninggal dunia beberapa tahun kebelakang. Pada tahun 2022, ayahnya juga meninggal dunia karena sakit. Untuk memenuhi kebutuhan, kakak Febri yakni Rohyadi, jarang berada di rumah karena harus bekerja serabutan. “Abang aja yang kerja untuk memenuhi kebutuhan kami, sedangkan saya masih sekolah. Kelas 2 SMP,” kata Febri, ditemui BCO Media, Minggu 25 Februari 2024.

Febri bilang, ia dan kakaknya pernah tak makan karena tidak ada bahan makanan untuk di masak. Meskipun begitu, ia masih bisa bersyukur lantaran masih memiliki kakak dan tetangga yang baik. “Pernah enggak makan sehari karena enggak ada bahan makanan untuk di masak. Bersyukurnya, ada tetangga atau pemuda-pemuda yang bantu,” ucap Febri dengan suara lirih.

Meskipun hidup ditengah kesulitan yang dialami, Febri mengaku bangga memiliki kakak seperti Rohyadi. Sebab kata dia, kakaknya selalu mengusahakan dan memberikan yang terbaik bagi Febri. “Apapun abang selalu kerjain yang penting halal. Abang kerjanya enggak tentu, abang jarang ada di rumah,” terangnya.

Di tempat yang sama, Tokoh Pemuda Kaligandu Ahmad Ikbal mengatakan, para pemuda sempat mengajukan bantuan ke salah satu perusahaan BUMN yang ada di Kota Cilegon. Namun karena terbentur syarat tertentu, bantuan renovasi rumah untuk Rohyadi dan Febri belum bisa direalisasikan.

“Kalau respon kelurahan bagus, kemarin juga mengawal untuk dapat bantuan renovasi rumah dari PT KS namun tidak dapat terealisasi,” kata Ikbal.

Karena kondisi kesulitan yang dialami oleh kakak beradik itu, para pemuda di lingkungan ini juga aktif membantu mereka tanpa pamrih. Bahkan tak jarang, para pemuda aktif menggalang dana. “Terakhir kita bantu pasang listrik, alhamdulilah ini dari teman-teman para pemuda yang ada disini. Kita juga aktif menggalang dana untuk Rohyadi dan Febri, ini upaya kita para pemuda di sini meskipun masih memiliki keterbatasan,” ungkapnya.

Ikbal menambahkan, kondisi rumah yang ditempati Rohyadi dan Febri membuat para pemuda berinisiatif menggalang dana melalui platform sosial. Meskipun belum terkumpul maksimal, namun ia berharap ini bisa meringankan kakak beradik itu untuk memperbaiki rumah yang mereka tempati. “Kemarin kita akhirnya cari bantuan melalui kitabisa.com, ya namanya juga ikhtiar kita usahakan semaksimal mungkin,” pungkasnya.

Sungguh ironis memang, Kota Cilegon yang dikenal sebagai kota industri dan dihuni industri-industri raksasa belum bisa mengentaskan persoalan kemiskinan yang mendera warganya. []

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Recent Comments