Sabtu, Januari 17, 2026
BerandaHukum & KriminalMaman Suherman Ceritakan Detik-detik Temukan Anaknya Bersimbah Darah di Tempat Salat

Maman Suherman Ceritakan Detik-detik Temukan Anaknya Bersimbah Darah di Tempat Salat

BCO.CO.ID – Ayahanda MAHM (9), Maman Suherman akhirnya buka suara pasca ditangkapnya pelaku HA yang tega menghilangkan nyawa anaknya pada 16 Desember 2025 di Komplek Bukit Baja Sejahtera Tiga, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan/Kota Cilegon.

Kepada wartawan, Maman Suherman menyampaikan, bahwa pembantu di rumah keluar tanpa memberikan kabar ataupun mengunci pintu rumah tersebut. Padahal di dalam rumah saat itu, hanya ada korban dan kakaknya.“Pembantu atau PRT ini ketika mau meninggalkan rumah, seharusnya kan bilang karena di dalam rumah inikan ada dua orang anak kecil,” kata Maman Suherman, Selasa 6 Januari 2026.

Dia menjelaskan, ada tiga tahap kunci pintu yang harus dijalani agar rumah tersebut benar-benar aman. Salah satunya pintu yang dapat dibuka dengan akses sidik jari. Dimana hanya Maman dan istrinya yang terdaftar di pintu tersebut. “Ada tiga fase yang dikunci, kunci kamar pembantu, kunci keluar menuju dapur, kunci keluar menuju pekarangan,” jelasnya.

Maman juga sempat panik pada saat mendapat informasi dari kakak korban terkait kabar bahwa korban ditemukan berlumuran darah. Pada saat itu, ia berfikir bahwa anaknya jatuh dari tangga.“Saya naik ke atas, saya udah lihat dia di depan lemari tepat ditempat dia solat dalam keadaan berbaring sedikit telungkup,” imbuhnya.

Setelah itu, ia kemudian membopong anaknya ke rumah sakit bersama kakak korban sambil berlumuran darah. Ia juga mengaku baru sadar kalau anaknya dilukai oleh orang lain sehingga ia buru-buru melaporkan kejadian tersebut ke polisi. “Saya meyakini dalam hati saya, bagaimana menyelamatkan anak. Ketika anak saya enggak ada pun saya enggak tahu, pada saat di Rumah Sakit Bethsaida beberapa menit kemudian pihak rumah sakit juga menyebutkan ke saya sudah tidak ada. Dari situ saya histeris,” ujar Maman lagi.

Setelah pulang ke rumah, ia kemudian membuka pintu dan menunjukkan ke polisi seluruh bagian rumahnya. Pada saat itu, ia melihat bercak darah dibeberapa bagian rumahnya. “Ada (darah-Red), di brangkas ada, di jendela ada, di kasur ada,” ungkapnya.

Ia juga ingin tersangka HA dihukum seberat-beratnya sesuai dengan undang-undang yang berlaku. “Seberat-beratnya aja sesuai dengan KUHAP yang diberlakukan aja, ketika itu harus hukuman mati ya dilaksanakan hukuman mati,” pungkasnya. []

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Recent Comments