Kamis, April 30, 2026
BerandaLingkunganHutan Mangrove di Cilegon Tergantikan Industri, HNSI Sayangkan Aksi Perusahaan Soal Ini

Hutan Mangrove di Cilegon Tergantikan Industri, HNSI Sayangkan Aksi Perusahaan Soal Ini

BCO.CO.ID – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Cilegon menyoroti, kerusakan lingkungan terutama hilangnya hutan mangrove di wilayah pesisir yang terdampak aktivitas industri. Ironisnya lagi, sejumlah perusahaan besar yang beroperasi di wilayah Kota Cilegon malah menggelar program penanaman pohon mangrove diluar wilayah Kota Cilegon.

iklan

Hal itu diungkapkan Ketua DPC HNSI Kota Cilegon Supriyadi, saat memperingati Hari Mangrove Internasional yang jatuh pada tanggal 26 Juli dan telah ditetapkan oleh UNESCO.

“Ini menjadi perhatian khusus dikarenakan banyak perusahaan kimia dan perusahaan penghasil karbon yang lokasinya persis berdekatan dengan pantai, justru mereka menanam mangrove diluar Kota Cilegon,” ujar Supriyadi, Sabtu 26 Juli 2025.

Hari Mangrove Internasional semestinya menjadi momentum refleksi, bukan sekadar seremonial. Namun sayangnya, lanjut Supriyadi, masih banyak perusahaan yang melakukan penanaman mangrove di daerah yang jauh dari wilayah operasionalnya.

Supriyadi juga menegaskan, pelestarian lingkungan harus berbasis tanggung jawab ekologis, bukan sekadar pencitraan korporat. “Hanya demi citra hijau semu. Aksi tanam mangrove seharusnya dilakukan di area yang terdampak langsung oleh aktivitas perusahaan, terutama di kawasan pesisir yang rusak akibat eksploitasi. Pelestarian lingkungan harus berbasis tanggung jawab ekologis, bukan sekadar pencitraan korporat,” tegasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya mendorong Pemerintah Kota Cilegon untuk mengarahkan perusahaan melakukan reboisasi di lahan kritis di pesisir akibat terdampak industrialisasi. “Industri yang mengorbankan tersebut harus bertanggungjawab untuk menanam kembali di wilayah Kota Cilegon, mangrove itu fungsinya sangat bermanfaat bagi keberlangsungan, harus ada program penanaman kembali pohon mangrove di Kota Cilegon demi keberlangsungan masa depan,” ungkap Supriyadi.

Penting diketahui, fungsi pohon mangrove sangat penting bagi lingkungan hidup, baik secara ekologis, ekonomis, maupun sosial. Secara ekologis, pohon mangrove mampu menahan abrasi pantai karena memiliki akar yang kuat dan rapat untuk menahan gelombang laut dan mencegah erosi. Pohon mangrove juga berfungsi sebagai pelindung alami dari gelombang besar, tsunami, dan badai. Serta menjadi habitat dan berkembang biaknya biota laut.

Akar mangrove juga bisa menyaring limbah dan logam berat dari daratan, membantu menjaga kejernihan air laut. Selain itu, pohon mangrove termasuk ekosistem yang paling efektif dalam menyerap karbon dioksida (CO₂), membantu mengurangi dampak perubahan iklim.

Dari sisi ekonomi, pohon mangrove menjadi salah satu pendukung perikanan daerah yang penting bagi nelayan tradisional. Sementar itu, kulit, daun, dan kayunya digunakan untuk obat tradisional, bahan bangunan, dan kerajinan.

Hutan mangrove yang terjaga dengan baik, bisa menjadi lokasi wisata edukasi lingkungan hingga mendorong partisipasi masyarakat pesisir dalam program rehabilitasi mangrove. Hal ini bisa berdampak, dalam membuka peluang kerja dan keterlibatan warga dalam konservasi. []

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

- Advertisment -

Recent Comments