Senin, April 15, 2024
spot_img
BerandaIndustriDPRD Sesalkan Respons PT Indonesia Power Soal Hujan Abu Batu Bara di...

DPRD Sesalkan Respons PT Indonesia Power Soal Hujan Abu Batu Bara di Suralaya

CILEGON, BCO.CO.ID – Anggota DPRD Kota Cilegon Hasbudin, yang juga warga Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, menyesalkan sikap PT Indonesia Power selaku pengelola PLTU Suralaya atas kejadian hujan debu batu bara (fly ash) pada Senin 22 Februari 2021 lalu.

Menurut Hasbudin, hujan debu batu bara seharusnya tidak terjadi di perusahaan dengan peralatan mesin modern penyuplai energi listrik Jawa Bali tersebut.

“Tentunya itu bisa diantisipasi sedini mungkin sekelas PT Indonesia Power dengan peralatan yang canggihnya. Tentu saya berharap kejadian ini tidak terulang kembali, karena bisa berdampak luas kepada masyarakat dan jadi preseden buruk bagi PT Indonesia Power itu sendiri,” ujar Hasbudi, Rabu 24 Februari 2021.

iklan

Selain menyebabkan hujan debu batu bara di lingkungan pemukiman penduduk, sambung Hasbudin, ia juga menyayangkan tidak adanya tim dari divisi kesehatan yang turun ke masyarakat langsung.

“Langkah-langkah konkret seharusnya segera dilakukan, jangan hanya menunggu. Kalau sifatnya menunggu, artinya pembiaran gitukan akhirnya perlu dipertanyakan kinerja Indonesia Power itu sendiri,” tegas politisi PAN Cilegon ini.

Hasbudin juga mempertanyakan tindakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon yang tidak turun langsung saat kejadian tersebut.

“Artinya itu tidak boleh lagi terjadi pembiaran, harus respons. Menurut saya LH harusnya segera turun nanganin itu,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, puluhan rumah di pemukiman padat penduduk terutama Lingkungan Cubul, Kelurahan Suralaya, dihujani debu fly ash yang berwarna kuning kecokelatan.

Berdasarkan keterangan Manager K3 Lingkungan Dan Pemeliharaan Sipil PT Indonesia Power Doni Rafika menjelaskan, hal tersebut diakibatkan karena adanya masalah teknis pada unit 1 PLTU Suralaya.Dimana saat itu, pihaknya mendapati salah satu kabel pada ID Fan nyaris putus. ID Fan diketahui berfungsi untuk mempertahankan tekanan pada perapian pada mesin boiler supaya tekanan aliran stabil.

“Bila loss (tak terkendali-red) putus beneran, efeknya itu udara mengalir aja keluar. Walaupun kita punya alat pengendali Electrotatic Precipitator (ESP) itu tak berfungsi karena terlalu kencang,” kata Doni, Selasa kemarin 23 Februari 2021.

Lantaran menghindari kejadian terburuk, pihaknya melakukan perbaikan dengan tetap mengoperasikan PLTU yang berkapasitas 3.400 Megawatt untuk kebutuhan Jawa Bali tersebut selama 17 menit hingga akhirnya penggantian alat tersebut selesai dilakukan. Namun ketika sedang melakukan pekerjaan, aliran udara meningkat diatas kemampuan ESP atau alat penangkap debu tersebut dan mengakibatkan. []

RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Recent Comments