Sabtu, Mei 25, 2024
BerandaKetenagakerjaanDipecat dari RSKM, Ratusan Buruh Demo Kantor Walikota Cilegon

Dipecat dari RSKM, Ratusan Buruh Demo Kantor Walikota Cilegon

CILEGON, BCO.CO.ID – Ratusan buruh dari organisasi Serikat Buruh Cilegon melakukan unjuk rasa di depan Kantor Walikota Cilegon, untuk menyampaikan aspirasinya lantaran dipecat dari pekerjaannya di Rumah Sakit Krakatau Medika, Rabu 02 Juni 2021. Orasi tersebut merupakan buntut dari penghentian aktivitas kerja 31 orang buruh yang sebelumnya bekerja di RSKM melalui PT Angsa Mas, selaku vendor para buruh yang di PHK tersebut.

“Artinya kan kalau pun PT Angsa Mas sudah tidak ada kerjasama dengan RSKM, kan tidak boleh di PHK. Artinya kan dilanjut. Terserah itu vendornya mau vendor mana, vendor siapa kan gitu,” ujar Rudi Sahrudin, Ketua Serikat Buruh Cilegon.

Rudi mengungkapkan, puluhan buruh yang bekerja sudah lama mengabdikan dirinya di rumah sakit milik perusahaan BUMN tersebut. Rudi menegaskan, seharusnya RSKM memprioritaskan warga setempat untuk bekrja ditempat ini. “Mereka kan kerja sudah diatas 10 tahun dan masyarakat setempat itu yang harus jadi perhatian RSKM sendiri,” katanya.

Disinggung soal alasan pemecatan tersebut, Rudi memaparkan, para buruh dari bidang konsumsi untuk pasien dengan alasan bagian dapur sedang tidak operasi. Ia juga mempertanyakan soal catering untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pasien. “Mereka ini melakukan melalui catering, inikan enggak bener. Artinya rumah sakit itukan (untuk) orang sakit. Enggak semudah itu untuk memberikan makan apa bisa terjamin, mereka ini kan semua sudah terpercaya untuk melayani RSKM,” terangnya.

Masih kata Rudi, pelayanan menyiapkan makanan dengan urusan gizi sudah menjadi bagian dari para buruh yang dipecat. Oleh sebab itu, ia menyatakan bahwa RSKM harus bertanggung jawab bagi karyawan yang di PHK.

Pihaknya juga mengaku telah melakukan mediasi dengan pihak rumah sakit dan DPRD Kota Cilegon. Dimana hasilnya, RSKM didorong untuk kembali mempekerjakan 31 orang karyawan tersebut. Namun sampai saat, puluhan buruh itu belum dipekerjakan kembali usai di PHK tiga bulan yang lalu.

“Sudah jelas penegasannya bahwa untuk kasus RSKM ini 32 karyawan ini tetap harus diprioritaskan. Kita ke walikota untuk menjembatani ini agar pak walikota juga bisa mendesak RSKM agar 31 karyawan ini bisa diperkerjakan kembali,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, perwakilan buruh masih melakukan mediasi di ruang rapat Walikota Cilegon untuk mencari solusi terkait nasib mereka. []

RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Recent Comments