BCO.CO.ID – Sejumlah pelaku UMKM yang berjualan sayur dan warung sembako di Lingkungan/Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, jadi korban peredaran uang palsu yang dilakukan orang tak dikenal pada Jum’at pagi 18 Juli 2025.
Dita, anak korban peredaran uang palsu menceritakan, terduga pelaku berbelanja kepada ibunya dengan nominal Rp18 ribu.
“Jadi modusnya itu beli pada saat ibu lagi ngelayanin orang, dia bayar pakai uang Rp50 ribu. Jadi kayak minta ibu buat buru-buru ngasih kembaliannya,” ujar Dita, kepada BCO.
Setelah ibunya sadar, pria tersebut langsung kabur memacu kendaraan roda dua yang ditumpanginya. “Udah dikasih kembaliannya itu orang langsung pergi, pas ibu sadar dan manggil orang itu, orangnya makin ngebut,” terangnya.
Sebelumnya, orang yang sama juga hendak berbelanja ke tempat neneknya yang berjualan pecel. Namun karena tidak ada kembalian, lanjut Dita, neneknya meminta terduga pelaku untuk membayar nanti saja. “Sebelum belanja ke ibu, dia belanja ke nenek pakai uang Rp100 ribu. Tapi kata nenek enggak ada kembaliannya,” imbuhnya.
Dijelaskan, terduga pelaku memakai pakaian layaknya pekerja proyek. Namun setelah ditelusuri, korban tidak menemukan orang tersebut yang bekerja di proyek yang sedang dilakukan pembangunan.
“Modusnya itu dia pakai pakaian proyek, jadi kita enggak sadar kalau dia itu pekerja atau bukan. Tapi setelah di cari tahu, ternyata enggak ada orang tersebut yang bekerja di proyek yang lagi di bangun,” jelas Dita lagi.
Selain ibunya, sebelumnya juga ada warung sembako yang menjadi korban peredaran uang palsu. Orang yang sama juga berbelanja dengan uang. Oleh sebab itu, Dita berharap, para pelaku UMKM agar lebih waspada saat melayani konsumennya. []
