BCO.CO.ID – Sebanyak 13 aparatur sipil negara (ASN) mengikuti tahapan wawancara seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo SP) Kota Cilegon. Dalam tahapan tersebut, sejumlah kandidat mulai memaparkan gagasan, mulai dari pembenahan internal hingga integrasi layanan digital pemerintahan.
Salah satu kandidat, Tubagus Sofat, menyatakan optimistis mengikuti seleksi tersebut. Pengalamannya selama bertugas di lingkungan Diskominfo SP menjadi bekal untuk memberikan kontribusi lebih besar apabila dipercaya memimpin organisasi perangkat daerah tersebut.
“Sangat optimis, malu saya kalau tidak optimis karena sudah lama juga di Kominfo, jadi dapat lebih maksimal memberikan yang terbaik bagi Pemerintah Kota Cilegon,” ujar Sofat usai menjalani wawancara, Selasa (3/11/2026).

Menurutnya, pemimpin Diskominfo SP ke depan perlu mengidentifikasi berbagai kekurangan dan menyusun langkah pembenahan. Ia juga menilai seluruh kandidat memiliki kompetensi dan menyerahkan keputusan akhir kepada panitia seleksi.
Sementara itu, kandidat lainnya, Faruk Oktavian, menyoroti pentingnya integrasi aplikasi dan data antarorganisasi perangkat daerah (OPD). Menurutnya, tantangan digitalisasi pemerintahan bukan sekadar memperbanyak aplikasi, melainkan memastikan sistem yang tersedia saling terhubung dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Tantangan terbesar bukan sekadar bagaimana pemerintah memiliki banyak aplikasi, tetapi bagaimana seluruh sistem informasi, data, dan layanan digital dapat terintegrasi serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Faruk.
Dalam wawancara tersebut, Faruk juga memaparkan sejumlah isu strategis yang perlu menjadi perhatian Diskominfo SP, mulai dari transformasi digital pemerintahan, penguatan komunikasi publik, integrasi aplikasi antar-OPD, pengelolaan statistik sektoral, hingga keamanan informasi dan persandian.
Adapun 13 ASN yang diundang mengikuti tahapan seleksi tersebut yakni: Affan Agus Syawalludin (Kabag Umum), Agus Ariyadi (Camat Ciwandan), Ahmad Muiz (Sekdis Damkar), Atikoh (Kabid Koperasi dan UKM), Ekas Ritrianayuhiska (Auditor Inspektorat), Faruk Oktavian (Kabid Hubungan Industrial), Hidayatullah (Kabid Penempatan Tenaga Kerja), Ipung Ernawati Setianingrum (Kabid IKP), Restu Raharjo (Ahli Madya Barjas), Rina Fatwa Aulia (Sekretaris Disporapar), Tengku Herrysyah Putra (Sekretaris Dindikbud), Tubagus Sofat (Kabid Aptika), Zainal Musadad (Plt Kepala Dinas Kominfo SP).
