Minggu, November 1, 2026
BerandaPeristiwaGunung Anak Krakatau Erupsi 15 Kali dalam Lima Jam, Letusan Terlama Capai...

Gunung Anak Krakatau Erupsi 15 Kali dalam Lima Jam, Letusan Terlama Capai 271 Detik

BCO.CO.ID – Gunung Anak Krakatau (GAK) mengalami peningkatan aktivitas vulkanik dengan mencatatkan 15 kali erupsi dalam kurun waktu kurang dari lima jam pada Sabtu 31 November 2026. Rangkaian letusan yang terjadi sejak pukul 18.30 WIB hingga 23.23 WIB tersebut terekam melalui seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 58 mm.

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), seluruh letusan tidak teramati secara visual. Namun, sejumlah aktivitas erupsi menunjukkan rekaman seismik yang cukup signifikan.

Salah satunya terjadi pada pukul 20.24 WIB dengan amplitudo maksimum 54 mm dan durasi mencapai 271 detik atau lebih dari empat menit. Sementara pada pukul 20.18 WIB, amplitudo tercatat mencapai 58 mm dengan durasi 79 detik.

iklan

Letusan lainnya tercatat pada pukul 19.38 WIB dengan amplitudo 48 mm dan durasi 147 detik. Kemudian pukul 19.59 WIB mencapai 51 mm, pukul 20.02 WIB sebesar 55 mm, serta pukul 20.06 WIB sebesar 51 mm dengan durasi 156 detik.

Menyikapi peningkatan aktivitas tersebut, Polres Cilegon melalui Polsek Cinangka, meningkatkan pemantauan dan koordinasi dengan petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Pasauran.

Selain meningkatkan pemantauan, kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi bahaya sekunder berupa hujan abu vulkanik dan gas laze.

Masyarakat pesisir diimbau menyiapkan masker dan kacamata pelindung untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik. Nelayan, wisatawan, dan masyarakat lainnya juga diminta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau.

“Kepada pemilik kapal, dermaga, maupun pelabuhan lokal diinstruksikan untuk tidak menyewakan perahu kepada wisatawan yang berniat mendekati zona merah terlarang,” Ungkap kapolsek Cinangka AKP Romizal, Senin 01 November 2026.

Sementara itu, masyarakat pesisir Banten dan Lampung diimbau tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, termasuk kabar yang mengaitkan aktivitas erupsi dengan ancaman tsunami.

Masyarakat diminta mengikuti perkembangan informasi resmi dari PVMBG dan petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau serta mematuhi rekomendasi keselamatan dari instansi berwenang.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

- Advertisment -

Recent Comments