Selasa, November 3, 2026
BerandaPemerintahanNormalisasi Kali Belum Terlaksana, Anggota DPRD Soroti Kesiapan Pemkot Cilegon Hadapi Banjir

Normalisasi Kali Belum Terlaksana, Anggota DPRD Soroti Kesiapan Pemkot Cilegon Hadapi Banjir

BCO.CO.ID – Meski belum memasuki musim penghujan, namun bencana banjir masih menghantui wilayah Kota Cilegon. Pasalnya, ada beberapa titik di wilayah ini yang kerap menjadi daerah langganan banjir.

Anggota DPRD Kota Cilegon, Fauzi Desviandy mengatakan, Pemkot Cilegon harus bersiap menghadapi potensi banjir yang biasa terjadi pada saat musim hujan.

Ia juga menyayangkan usulan terkait normalisasi saluran kali di wilayah Cibeber saat ini belum dilaksanakan oleh Pemkot Cilegon.

iklan

“Ada beberapa titik juga di Cilegon yang harus persiapan. Kemarin juga saya mengusulkan normalisasi kali di Kadipaten, sampai sekarang belum terlaksana. Masyarakat disana was-was,” kata Fauzi Desviandy, Senin 2 November 2026.

Fauzi menambahkan, usulan normalisasi kali di Kadipaten berasal dari masyarakat saat ia melaksanakan reses. Menurutnya, warga meminta Pemkot Cilegon untuk melakukan pengangkatan sedimen di aliran kali yang disebabkan oleh penyumbatan sampah.

“Sampai saat ini belum terealisasi, itu yang menjadi kekhawatiran masyarakat disana,” ujarnya.

Di sisi lain, banjir di Cilegon juga terjadi karena beberapa faktor di antaranya curah hujan tinggi, penyempitan saluran air, hingga penyumbatan sungai akibat sampah terutama sampah pelastik.

Oleh sebab itu, bisa saja Pemkot Cilegon membuat aturan terkait pelarangan penggunaan kantong pelastik. Namun tetap memberikan solusi terbaik untuk penggantinya.

“Logis aja asal infrastrukturnya siap, yang penting penguatan infrastrukturnya terlebih dahulu,” imbuhnya.

Pelarangan penggunaan kantong pelastik, lanjut Fauzi, bisa diterapkan di swalayan-swalayan atau yang ruang lingkupnya lebih besar. “Mungkin bisa diterapkan tapi dari swalayan-swalayan atau yang scope-nya besar dulu sih. Tapi kalau misalnya bagi UMKM apa segala macem kayaknya, agak sulit ketika barang substitusinya belum ada. Harus ada intervensi dari pemerintah,” pungkasnya. []

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

- Advertisment -

Recent Comments