BCO.CO.ID β Di tengah perayaan hari jadi Kota Cilegon yang ke-27, sebuah catatan penting muncul terkait langkah besar yang masih harus ditempuh dalam urusan kesejahteraan gender. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Cilegon, Alfi Rizki Aghnia, menyebutkan pemberdayaan perempuan di kota industri ini masih memerlukan perhatian ekstra agar dapat mencapai titik maksimal.

Istri Wali Kota Cilegon ini mengakui bahwa meski kota ini terus berkembang secara infrastruktur dan ekonomi, urusan pemberdayaan kaum hawa masih menyisakan banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dituntaskan.
βKalau masalah sesuai, itu belum ya, kayaknya masih banyak PR. Cuman insya Allah dioptimalkan lah sebaik mungkin sama kita,β kata Alfi Rizki Aghnia, Senin 27 April 2026.
Sebagai garda terdepan dalam organisasi pembinaan keluarga, Alfi terus memacu semangat para kader PKK untuk tidak sekadar menjadi pelengkap, melainkan motor penggerak program pemerintah. Menurutnya, pemberdayaan perempuan adalah fondasi penting dalam menciptakan ketahanan keluarga dan masyarakat.
Ia menekankan bahwa tantangan ini tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi yang kuat antara organisasi perempuan dan berbagai elemen. βCuman kalau saya kan memang di PKK, jadi saya hanya mendorong dari ibu-ibu kader PKK-nya aja,β ujarnya.
Ke depan, Alfi merencanakan strategi kolaborasi yang lebih luas untuk memperluas jangkauan program pemberdayaan. Salah satu langkah konkretnya adalah merangkul organisasi wanita lainnya guna menciptakan efek domino yang lebih besar. βSama organisasi yang lain juga, kayak GOW, mungkin kita collab ya nanti,β pungkasnya.
Dengan visi tersebut, Alfi berharap momentum pertambahan usia Kota Cilegon ke-27 ini menjadi titik balik bagi kaum perempuan untuk mengambil peran lebih strategis dalam pembangunan daerah.[]
