Jumat, Januari 16, 2026
BerandaPeristiwaPuluhan Rumah di Rawa Arum Terendam Banjir, Ketua Pemuda: Imbas Proyek Perumahan

Puluhan Rumah di Rawa Arum Terendam Banjir, Ketua Pemuda: Imbas Proyek Perumahan

BCO.CO.ID – Sebanyak 28 rumah warga di Lingkungan Kaserangan Lama, Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, dilaporkan terendam banjir setinggi mata kaki orang dewasa pada Selasa malam 30 Desember 2025.

Banjir ini disebabkan karena debit air dari drainase atau saluran air melebihi kapasitas tampung, sehingga meluap memasuki rumah warga imbas hujan lebat yang terjadi.

Ketua Pemuda RT 03/04 Lingkungan Kaserangan Lama, Sukarso mengatakan, volume air yang cukup tinggi juga berasal dari pembuangan pada proyek pembangunan Perumahan Rakata Arum yang sedang digarap PT Krakatau Sarana Properti.

Menurutnya, proyek tersebut tidak memiliki jalur pembuangan air sendiri sehingga mengalirkan air tersebut ke drainase di lingkungan warga. “Itu dampak dari pembuangan air dari Perumahan Rakata Arum, jadi sebenarnya Rakata Arum ini enggak punya drainase. Jadi pembuangan air itu di lempar ke warga,” kata Sukarso.

Ia mendorong, pengembang perumahan agar membuat drainase sendiri untuk memecah pembuangan air sehingga tidak mengganggu atau pun menimbulkan ancaman banjir bagi masyarakat setempat. “Selokannya dibikin besar terus di pecah kemana alirannya. Ya harus diaturlah,” ujarnya.

Karena hal ini, ia ingin proyek tersebut dihentikan. Ia juga meminta agar pengembang perumahan bisa segera membereskan persoalan drainase. “Keinginan saya begitu (dihentikan dulu-Red), artinya drainasenya dibetulin dulu,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Walikota Cilegon Robinsar mengatakan, ada beberapa titik drainase yang harus segera mendapatkan penanganan. Sebab kata Robinsar, beberapa titik saluran air itu kondisinya mampet dan perlu dilakukan pengangkatan sedimen.

Ia juga tak membantah apabila banjir di lokasi ini akibat dari peningkatan debit air yang berasal dari pembuangan air pada proyek Perumahan Rakata Arum. “Dan juga memang betul debitnya, debit yang dari perumahan yang baru itu,” ucap Robinsar.

Dijelaskan, proyek yang saat ini digarap oleh anak usaha BUMN tersebut dahulunya merupakan daerah resapan air. Oleh sebab itu, ia akan segera memanggil pihak pengembang perumahan untuk melihat bagaimana skema pembagian saluran air.

“Nanti saya panggil PT Krakatau Sarana Properti besok, kita lihat lagi kemana air itu dipecah,” jelasnya.

Selain itu, Robinsar juga setuju dengan keinginan warga agar PT KSP menghentikan sementara pembangunan perumahan yang sedang digarap di wilayah tersebut. “Oh iya betul, saya juga setuju. Maksudnya, karena dia kan bikin drainase utama tuh yang keluar belakang ini, tapi exiting kan masih yang exiting lama, yang mungkin perlu penanganan. Pengangkatan sedimen, perlu pelebaran, itu saya setuju juga. Jangan sampai volume yang besar, kesini kecil gitu,” pungkasnya.

Sekedar informasi, banjir yang merendam puluhan rumah warga ini terjadi sekira pukul 20.00 WIB dan baru surut sekira pukul 23.00 WIB. []

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Recent Comments