BCO.CO.ID – Besi dan baja merupakan komoditas impor non-migas terbesar yang menempati posisi ke-3. Menurut data BPS, nilai nilai dari komoditas mencapai US$ 7,63 miliar atau Rp106,8 triliun.

Industri baja nasional terancam bangkrut karena tingginya impor baja dari Tiongkok, terlebih karena harga baja Tiongkok cenderung lebih murah dibandingkan baja dalam negeri.
Akibatnya, industri baja menutup unit usaha, sehingga menyebabkan banyak pemutusan hubungan kerja (PHK)

“Kalau tidak diperpanjang atau diperbarui izin safeguard, perusahaan industri baja pasti kolaps dalam tiga bulan. “Tidak butuh waktu satu atau dua tahun,” ujar Said Iqbal, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), dikutip dari katadata.

Safeguard adalah tindakan pengamanan yang dilakukan oleh pemerintah negara pengimpor untuk memulihkan kerugian serius atau mencegah ancaman kerugian serius terhadap industri dalam negeri, sebagai akibat lonjakan barang impor sejenis atau barang yang secara langsung bersaing.

Said menuturkan, safeguard berperan penting dalam melindungi produk dalam negeridari maraknya produk impor. “Mudah-mudahan Kemendag bisa memberikan perpanjangan safeguard industri baja di tengah pandemi Covid-19, memberi kemudahan memperpanjang safeguard,” ujar Iqbal dalam konferensi pers secara virtual yang dipelar pertengahan pekan ini, tapatnya pada Kamis 21 Januari 2021 lalu. []