Jumat, Juni 21, 2024
BerandaKeorganisasianHelldy Tak Ikut Rapat Soal KCS, FMC: Kami Sarankan Mundur Sekarang Juga

Helldy Tak Ikut Rapat Soal KCS, FMC: Kami Sarankan Mundur Sekarang Juga

CILEGON, BCO.CO.ID – Forum Mahasiswa Cilegon (FMC) yang terdiri dari organisasi kemahasiswaan seperti PMII Kota Cilegon, HMI Kota Cilegon, dan IMC mengaku kecewa lantaran Walikota Cilegon Helldy Agustian tidak memenuhi undangan dalam acara rapat dengar pendapat (Hearing) yang digelar bersama Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Dinas Kesehatan Kota, Disnaker Kota Cilegon, Dinas Sosial Kota Cilegon, serta Komisi II DPRD Kota Cilegon, terkait implementasi dan realisasi Kartu Cilegon Sejahtera (KCS) di Gedung DPRD Kota Cilegon, Rabu 13 Oktober 2021.

iklan

Bahkan, karena sejumlah OPD yang tidak bisa menjelaskan program atau janji politik Walikota Cilegon soal KCS inipun, anggota FMC yang juga Ketua HMI Cabang Cilegon Syahrido Alexander mendesak Helldy Agustian untuk mundur dari jabatannya sebagai pemimpin di daerah dengan sebutan kota industri ini.

Menurutnya, jika janji politik yang digembar-gemborkan pasangan Helldy Sanuji saat Pilkada untuk mengimplementasi maupun merealisasikan KCS dalam kurun waktu 3 tahun tak akan bisa dilakukan. “Secara spekulasi hal tersebut tidak akan tercapai, makanya kami sarankan hari ini juga mundur. Toh hasilnya pun sama,” ujar Syahrido Alexander, Anggota Forum Mahasiswa Cilegon.

Dijelaskan, janji politik yang tertuang dalam program KCS itu adalah 25.000 lapangan pekerjaan serta program beasiswa full sarjana. Ia menilai, jika program KCS tersebut merupakan program yang sudah ada namun di bungkus kepentingan politik saat Pilkada. “Yang kita lihat ini KCS bukan program khusus, tapi program yang sudah ada namun di bungkus kepentingan politik. Tadi juga disampaikan para OPD-OPD yang hadir, bahwa sebenarnya program ini sudah ada sejak dulu bukan pas Helldy-Sanuji naik,” jelasnya.

Syahrido menegaskan, pihaknya kecewa lantaran Helldy Agustian tak hadir dalam rapat tersebut malah mewakilkan kepada para OPD.”Kurang puas dengan jawabannya, pertama enggak nyambung kedua ini cuma akibat. Jadi bukan ghirah perubahan yang tidak tersampaikan pada OPD-OPD tersebut,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon Faturohmi menyebut, ada beberapa program KCS yang belum terlihat untuk direalisasikan, salah satunya program 25.000 lapangan pekerjaan dan program beasiswa full sarjana.”Kami ingin melihat penerimanya betul-betul masyarakat Cilegon yang dikategorikan masyarakat tak mampu dan berprestasi,” kata Faturohmi, Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon.

Pihaknya juga mendorong agar data penerima manfaat untuk disampaikan kepada anggota dewan untuk dijadikan bahan melakukan pengawasan. Ia juga meminta agar program full sarjana tidak hanya merangkul dua perguruan tinggi. Oleh sebab itu, Faturohmi menyampaikan, hasil hearing bersama mahasiswa bakal dievaluasi untuk disampaikan pada saat Rancangan APBD Tahun 2022. “Kita bicarakan lebih lanjutnya pada saat kita rapat pembahasan R-APBD 2022, tentu akan kita bahas baik secara tekhnis maupun dalam konteks penyusunan anggarannya,” terangnya. []

RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Recent Comments