CILEGON.BCO.CO.ID – Kota Cilegon yang dikenal sebagai daerah perjuangan pada masa Kolonial Belanda dan daerah penyebaran islam di Banten, ternyata memiliki segudang peninggalan yang saat ini masih dilestarikan dan seperti wajib dihadirkan pada saat hajatan, lamaran, hingga prosesi pernikahan. Salah satunya adalah kuliner kue tradisional yang dibuat dengan cara dibakar di atas tungku dengan bara api sabut kelapa yang dipertahankan oleh warga Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon.

Kuliner tersebut adalah Kue Engkak dan Kue Bolu Kuwuk, kedua kue ini merupakan warisan turun temurun dari setiap generasi ke generasi dengan mempertahankan resep, proses pengolahan, hingga cita rasa yang dihasilkan.
Pembuat kue Engkak, Munajah mengungkapkan, untuk membuat kue tersebut dibutuhkan sejumlah bahan yang terdiri dari tepung beras ketan yang dijemur terlebih dahulu. Kemudian, ada juga telur, susu kental manis, mentega, hingga santan kelapa yang dicampurkan kemudian di panggang di dalam oven secara bertahap. “Setiap loyang itu berlapis, jadi kalau lapisan pertama sudah matang itu langsung dikasih adonan lagi,” ujar Munajah, Jumat 27 Mei 2022.
Karena prosesnya yang rumit, Munajah menuturkan, kue yang dijual 200 ribu rupiah per loyang ini harus dipesan jauh-jauh hari sebelum dibuat. “Ini masaknya harus dibakar, enggak bisa di oven. Dari nenek moyang juga begini,” terangnya.
Di tempat sama, Lurah Pabean Nurul Hadiyati mengungkapkan, UMKM pembuatan kue tradisional merupakan kekuatan yang harus dipertahankan dan di promosikan lebih luas lagi. Selama ini kata Nurul, masyarakat atau konsumen yang membeli kue tersebut hanya sebatas tahu melalui mulut ke mulut. “Ini adalah kekuatan dari Kelurahan Pabean yang harus kita promosikan karena proses pembuatannya yang unik dan masih menggunakan cara tradisional,” ucap Nurul Hadiyati, Lurah Pabean.
Oleh sebab itu, Nurul menyampaikan, pihaknya akan mendorong dinas terkait dan komunitas UMKM untuk memasarkan produk yang sudah ada dari zaman dahulu ini. “Kita bantu nanti legalitasnya dan promosinya, karena UMKM disini tidak terpengaruh Covid-19. Pesanan ada terus, terutama kue ini kue wajib saat lamaran, selamatan, dan pernikahan,” terangnya.
Selain kedua kudapan itu, ada beberapa kue tradisional yang masih dilestarikan seperti Kue Jendral, Babon, Keprok, dan cemilan dari kacang-kacangan. []
