BCO.CO.ID – Dinas Kesehatan Kota Cilegon akhirnya membeberkan hasil uji labolatorium terkait kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi dibeberapa sekolah pada April 2026.

Dari hasil uji lab, kasus keracunan MBG di Mts Al Inayah ditemukan kontaminasi bakteri Staphylococcus aureus dan Bacillus cereus pada tiga jenis sampel. Selain di Mts Al Inayah, kasus keracunan MBG juga terjadi di SDN Cikerai 2. Di mana, ditemukan bakteri Bacillus cereus. Sementara untuk kasus keracunan di SMP PGRI Citangkil 2 pada 22 April 2026 lalu, sampelnya tidak bisa diperiksa oleh BPOM karena Reagen untuk memeriksa sampel kehabisan.
“Hasil uji lab dari BPOM itu, Sampel Bahan Baku (Bank Sampel), Sampel Repack dan Sampel Sisa Konsumsi terdeteksi bakteri Staphylococcus aureus dan Bacillus cereus,” kata Ratih Punamasari, Kadinkes Kota Cilegon, Rabu 6 Mei 2026.
Menurut Ratih, menu MBG yang dikonsumsi dan memicu keracunan Mts Al Inayah dan SDN Cikerai 2 itu adalah mie yamin dengan pangsit dan tahu goreng, lalu nasi ayam teriyaki dan semur tahu campur sayur. Pada menu mie yamin, ditemukan bakteri Staphylococcus aureus dan Bacillus cereus. Sementara pada menu nasi ayam teriyaki dan semur tahu campur sayur, terdapat bakteri Bacillus cereus.
“Ya kalau memang itu bakterinya banyak, kemungkinan ya basi makanya terjadi keracunan. Soalnya bahasanya dari mereka itu, bahasanya itu adalah terdeteksi, berarti ada bakteri,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Cilegon melalui Satgas Percepatan MBG kini terus melakukan penelusuran lebih lanjut guna memastikan sumber kontaminasi serta mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Selain itu, Dinkes juga mengimbau seluruh pihak terkait, termasuk penyedia makanan, untuk meningkatkan standar kebersihan dan keamanan pangan dalam setiap proses pengolahan hingga distribusi makanan. []
