BCO.CO.ID – Sejumlah ibu rumah tangga atau emak-emak, melabrak Kepala Kesbangpol Kota Cilegon Sri Widayati di Kantor DPRD Kota Cilegon pada Kamis 24 Juli 2025, untuk mempertanyakan hak anak-anaknya yang jadi anggota Paskibra Kota Cilegon Tahun 2024 lalu.
Nurul, ibu dari salah seorang anggota Paskibra 2024 ini menuntut hak putra-putrinya diberikan. Apalagi, Kesbangpol Kota Cilegon telah berjanji kepada mereka pada Agustus 2024 lalu. “Tapi nyatanya sampai saat ini belum,” kata Nurul, kepada wartawan.
Persoalan ini, pernah dirapatkan dengan Komisi I DPRD Kota Cilegon. Lalu pada April 2025, mereka sempat melakukan pertemuan dengan Sri Widayati dan dijanjikan akan berangkat ke daerah tertentu untuk melakukan perjalanan wawasan kebangsaan sebagai reward anggota Paskibra.
“Yang Bu Sri janjikan, putra-putri ini akan diberangkatkan tepatnya di bulan Mei 2025 setelah lebaran. Tapi sampai saat ini, enggak ada informasi dari beliau, kami menunggu dan sangat-sangat mengharapkan kepastian dari Bu Sri jangan dijanjikan aja,” terangnya.
Dikatakan, ada 56 anak anggota Paskibra yang dari tahun 2024 sampai saat ini tidak jadi berangkat ke Yogyakarta, Magelang, dan Semarang untuk mengikuti perjalanan wawasan kebangsaan yang telah direncanakan.
Menurutnya, angkatan Paskibra Kota Cilegon 2024 banyak dirugikan. Pasalnya, anak-anak mereka tidak mendapatkan akomodasi dan konsumsi terbaik yang diberikan oleh pemerintah. “Jelas dirugikan, anggaran itukan udah ada. Yang seharusnya angkatan 2024 itu tinggalnya di Royale tapi nyatanya di Hotel Gondang. Yang katanya dapat makan tiga kali, tapi nyatanya satu kali,” pungkasnya.
Hal senada juga diungkapkan Rita Diana, orangtua dari anggota Paskibra Kota Cilegon 2024. Pasca pemusatan latihan, anggota Paskibra Kota Cilegon masih harus mengeluarkan biaya sendiri untuk berbagai keperluan selama latihan. “Yang bikin jengkel itu, anak kami masih dilibatkan sampai sekarang. Masih ngelatih, sementara haknya mereka belum diberikan,” ujar Rita.
Selain itu, Rita juga mempertanyakan terkait pemotongan uang latihan yang didapat anak-anaknya selama latihan. “Dari Pemkotnya itu katanya dapat Rp1,5 juta. Tapi pada praktiknya, anak-anak itu cuma dapat Rp1,1 juta itupun dipotong lagi katanya pajak Rp200 ribu,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kota Cilegon Sri Widayati menolak memberikan keterangan. Ia mengaku harus segera mengikuti rapat di DPRD Kota Cilegon. “Nanti yah nanti, boleh yah. Soalnya saya lagi rapat, ini Pak Sekda udah mulai ini saya duduknya di depan. Maaf yah,” kata Sri Widayati. []

