CILEGON, BCO.CO.ID – Sejumlah perawat yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon mengeluhkan tingginya biaya untuk membeli seragam yang dipakai sebagai busana resmi di rumah sakit plat merah ini. Tak tanggung-tanggung, ada sekitar 5 stel seragam yang harus digunakan para perawat dengan harga Rp400 ribu rupiah per stelnya.
Salah seorang perawat RSUD Cilegon yang tak ingin menyebutkan namanya menceritakan, para perawat di rumah sakit ini sudah lama tidak mendapatkan seragam. Mereka bahkan harus mengeluarkan biaya sendiri jika ingin memiliki seragam yang serupa dengan yang lainnya. “Udah lama enggak dikasih, kalau mau itu paling beli sendiri,” katanya kepada BCO Media, Kamis 14 Oktober 2021.
Ia menuturkan, terakhir kali RSUD Cilegon memberikan seragam bagi perawat adalah pada tahun 2017. Namun saat ini sudah lama belum mendapatkan kembali dan harus membeli sendiri jika ingin busananya sama dengan yang lainnya. Oleh sebab itu, ia mengeluhkan kondisi tersebut. “Itu perawat aja yang pakai seragam,” tuturnya.
Sementara itu, Kabag Umum dan Kepegawaian RSUD Cilegon Faruk Oktavian mengatakan, pihak rumah sakit sudah lama tidak menganggarkan untuk kebutuhan seragam para perawat. Ia menjelaskan, kondisi keuangan rumah sakit menjadi menjadi alasan utama tidak adanya anggaran untuk pengadaan busana kebutuhan para perawat tersebut. “Kalau soal itu memang sudah lama enggak dianggarkan. Kan kondisi keuangan kita tahu sendirilah, saya masuk juga itu katanya udah 2 tahun enggak dianggarkan,” kata Faruk Oktavian, Kabag Umum dan Kepegawaian RSUD Cilegon.
Karena kondisi keuangan rumah sakit, lanjut Faruk, RSUD Cilegon lebih memprioritaskan pelayanan daripada pengadaan seragam bagi perawat. “Anggarannya dipakai untuk skala prioritas dulu, perbaikan-perbaikan dan pelayanan,” pungkasnya. []
