BCO.CO.ID – Konflik antara mahasiswa dan KNPI Kota Cilegon yang dipimpin oleh Ari Irmawan, Kembali memanas. Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) mendatangi Kantor Walikota Cilegon dan menaburkan lembaran uang pecahan Rp50 ribu, Senin 8 Desember 2025.
Diketahui, belasan lembar uang kerta itu sengaja ditaburkan sebagai bentuk protes dan kekecewaan IMC terhadap Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Cilegon, Ari Irmawan yang diketahui sebagai tim konten Walikota Cilegon.
Ketua Umum IMC Ahmad Maki menjelaskan, pihaknya dengan sukarela menaburkan uang itu dengan tujuan mengembalikan kepada Ketua KNPI Cilegon. “Sebelumnya sudah saya hubungi tapi gak ada jawaban. Jadi, saya ke sini karena saya taunya dia kerja di sini untuk mengembalikan uang yang sempat diungkit Ari saat saya protes soal pelantikan pengurus KNPI Cilegon pada Sabtu kemarin di Diskominfo,” kata Ahmad Maki.
Ia menegaskan, tindakan pengungkitan uang tunai yang dilakukan oleh Ketua KNPI Cilegon waktu itu telah melukai harga dirinya dan juga organisasi. Diketahui, dalam video yang beredar saat IMC melakukan protes terhadap susunan kepengurusan KNPI Cilegon, Ari mengklaim bahwa dirinya dimintai uang tunai sebesar Rp2 juta per bulan oleh Maki.
Namun, tuduhan itu dibantah oleh Maki yang mengaku tak pernah meminta sejumlah uang tersebut. “Saya protes soal kepengurusan, tapi Ari malah ngungkit soal uang itu. Kalau ngungkit begitu, saya berasumsi ini berarti transaksional. Demi Allah saya gak pernah meminta, apalagi sampe Rp2 juta yang dibilang. Dia yang ngasih dan saya taunya itu uang transport untuk acara Musda. Uangnya Rp1,3 juta saya kembalikan dan lebihkan Rp1.000 untuk bayar omongan dia (Ari Irmawan_Red),” tegasnya.
Usai uang sejumlah Rp1,3 juta itu ditaburkan, terlihat petugas Pamdal memunguti untuk diamankan dan diserahkan kepada Ketua KNPI Cilegon. “Saya ambil nanti saya kasih ke Ari, tenang aja,” kata salah seorang Pamdal yang berjaga di Kantor Walikota Cilegon. []

