Minggu, Januari 18, 2026
BerandaKeorganisasianPelantikan KNPI Cilegon Nyaris Ricuh, Mahasiswa Sebut Pengurus Cacat Prosedur

Pelantikan KNPI Cilegon Nyaris Ricuh, Mahasiswa Sebut Pengurus Cacat Prosedur

BCO.CO.ID – Pelantikan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Cilegon yang dilaksanakan di Aula Dinas Kominfo Kota Cilegon, pada Sabtu 6 Desember 2025 nyaris ricuh. Hal ini dikarenakan, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) menyampaikan kritik keras ditengah prosesi acara tersebut.

Menurut Ketua Umum IMC Ahmad Maki, proses rekrutmen pengurus DPD KNPI dinilai cacat prosedur dan gagal memenuhi prinsip representasi pemuda-mahasiswa Cilegon.

Maki mengatakan, ada dua syarat dasar pembentukan pengurus KNPI yang tidak dipenuhi, yakni rekomendasi resmi dari unsur pemuda-mahasiswa serta hadirnya figur pemuda yang memiliki rekam jejak dan kapasitas yang jelas. Sehingga ia menilai tidak layak untuk dilantik.

“Sampai hari ini tidak jelas dari kelompok mana calon pengurus yang akan dilantik berasal. Tidak ada kejelasan dan tidak ada komunikasi publik,” ucap Ahmad Maki.

Menurut dia, ketidakjelasan tersebut menimbulkan pertanyaan apakah komposisi yang disusun benar-benar mewakili pemuda dan mahasiswa Cilegon.

Ia juga menyebut tidak ada penjelasan mengenai berapa besar porsi mahasiswa dalam struktur kepengurusan maupun mekanisme penyusunannya.

IMC juga menyoroti munculnya sejumlah persoalan yang dianggap memicu kegelisahan di kalangan pemuda. Di antaranya polarisasi yang semakin tajam akibat rekrutmen tertutup, komposisi pengurus yang dinilai tidak sejalan dengan komitmen ‘KNPI Satu’, serta kondisi KNPI Cilegon yang hingga kini belum bersatu.

“Proyek besar persatuan KNPI hanya omong kosong sehingga berubah menjadi kegagalan yang nyata,” terangnya.

Ia menegaskan situasi tersebut bertentangan dengan tujuan organisasi yang seharusnya menjadi rumah bersama pemuda. Proses pembentukan pengurus yang tidak terbuka, menurutnya, justru berpotensi memunculkan konflik baru dan memperlebar jarak antarorganisasi kepemudaan.

IMC menyampaikan lima tuntutan kepada pihak terkait, di antaranya penundaan pelantikan pengurus KNPI Cilegon, audit ulang komposisi pengurus dengan melibatkan seluruh unsur pemuda, serta penghentian manuver politik yang menghambat komitmen penyatuan organisasi.
Mereka juga meminta Dinas Pemuda dan Olahraga untuk tidak mengeluarkan hibah sebelum persoalan dualisme KNPI tuntas.

“Mahasiswa bukan pelengkap dan bukan penonton. Jika KNPI ingin berbicara tentang persatuan, mulai dulu dengan mempersatukan pemudanya secara adil dan berintegritas,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kota Cilegon Ari Irmawan, menyampaikan permintaan maaf terkait kondisi tersebut yang mengundang kontroversi. Menurutnya, KNPI Kota Cilegon siap untuk berbenah diri.

“Intinya kami dari KNPI meminta maaf mempertontonkan hal yang tidak layak kepada umum. Dan kami siap berbenah,” ucap Ari Irmawan.

Ari mengakui, terjadi miskomunikasi sehingga mempengaruhi proses pelantikan ini. “Ya, intinya mah ya nggak sesuai substansi aja. Kalau saya substansi kepemudaan adalah, ketika melihat kondisi Kota Cilegon yang anggka penganggurannya 7,48 persen. Ya berarti harus ada gerakan juga dari kaum-kaum mudanya. Jadi hal-hal substansi itu yang lebih saya pikirkan,” terangnya.

Menurutnya, KNPI Kota Cilegon saat ini ingin membangun kemandirian ekonomi lewat berbagai program yang sedang berjalan. “Jadi kita soroti kenapa sih di Kota Cilegon itu ketika banyak industri padat modal, kita hanya fokus masalah penyerapan tenaga kerja, bukan ke hal substansi produk yang dihasilkan daripada industri itu, kenapa nggak kita manfaatkan jadi produk jadi, dan bisa diproduksi di Kota Cilegon sendiri,” pungkasnya. []

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Recent Comments