Minggu, Januari 18, 2026
BerandaKetenagakerjaanGelombang PHK di Cilegon Terus Terjadi, 30 Karyawan PT PDSU Dipecat

Gelombang PHK di Cilegon Terus Terjadi, 30 Karyawan PT PDSU Dipecat

BCO.CO.ID – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Cilegon mengungkap, persoalan pemecatan karyawan yang bekerja di wilayah industri di Kota Cilegon masih terus terjadi. Setelah PT Bungasari Flour Mills Indonesia dan PT MC PET Film Indonesia, pemecatan hubungan kerja (PHK) juga terjadi di PT Permata Dunia Sukses Utama (PDSU).

Kabid Hubungan Industri Disnaker Kota Cilegon Faruk Oktavian bilang, pemecatan terhadap 30 karyawan di PT PDSU sudah lebih dulu disampaikan oleh pihak manajemen kepada Disnaker Kota Cilegon dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 Tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.

“Total semuanya 30 orang yang di PHK,” kata Faruk Oktavian, Senin 28 Juli 2025.

Disnaker juga telah melakukan komunikasi dengan pihak perusahaan, agar 50 persen karyawan yang di PHK bisa dipekerjakan kembali atau dialihkan ke sistem outsourcing.

Menurut Faruk, alasan perusahaan melakukan PHK untuk mengurangi potensi kerugian. “Informasi yang kami terima, untuk mencegah kerugian. Gaji tiap tahun naik karena efek UMK, sementara produksinya stagnan karena memang kapasitas mesin dan lainnya yang terbatas. Efisiensi bahasanya,” jelasnya.

Selain itu, penggunaan teknologi robotik juga diterapkan manajemen perusahaan terkait operasional di pabrik tersebut sehingga berdampak pada pengurangan tenaga manusia. “Terakhir yang 12 sudah menerima keputusan PHK dengan mengambil kompensasinya. Sisanya masih berunding, harapannya 50 persen masih bisa dipekerjakan kembali,” imbuhnya.

Kedua belah pihak, lanjut Faruk, masih melakukan musyawarah tripartit. Apabila tidak menemukan kesepakatan, hal ini berpotensi diajukan ke Pengadilan Hubungan Industri. “Kemungkinan bisa jadi ke PHI, kalau buruhnya enggak terima,” pungkasnya.

Berdasarkan data dari Januari hingga Juni 2025, terdapat delapan perusahaan yang melakukan PHK terhadap karyawannya. Kondisi ini terjadi karena faktor ekonomi global yang terus bergejolak sehingga berdampak langsung terhadap perekonomian di daerah. []

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Recent Comments