BCO.CO.ID – Pokja Wartawan Harian Cilegon (PWHC) menggelar diskusi publik bertajuk “CSR: Komitmen Perusahaan atau Gimmick?” pada Jumat 23 Januari 2026. Acara ini merespons keresahan masyarakat dan pers terkait implementasi CSR yang dinilai belum berkelanjutan.
Diskusi ini dihadiri oleh perwakilan DPRD, Diskominfo, Dinas Sosial, Kadin, mahasiswa, serta pihak industri seperti PT Indorama Petrochemical.
Ketua Panitia, Iqbal Multatuli, menegaskan bahwa sebagai kota industri, CSR di Cilegon seharusnya berdampak nyata pada kesejahteraan, bukan sekadar alat pembangun citra atau respons sesaat saat bencana.

“CSR itu kewajiban dan harus berkelanjutan. Bukan hanya muncul saat terjadi banjir, bencana, atau ketika ada tekanan publik. Realitanya, CSR yang ada belum signifikan membangun kesejahteraan masyarakat secara berkesinambungan,” ujar Iqbal.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Diskominfo Cilegon, Agus Zulkarnain, mendorong penguatan kolaborasi unsur pentahelix (pemerintah, akademisi, komunitas, media, dan industri) agar program pembangunan lebih optimal.
“Kalau unsur pentahelix ini berjalan maksimal, insya Allah program-program pemerintah bisa berjalan dengan baik. CSR di Cilegon pada prinsipnya sudah berjalan, hanya perlu penguatan koordinasi,” jelas Agus.
Agus juga mengakui bahwa Forum CSR yang ada saat ini belum optimal, sehingga pelaksanaannya masih berjalan sendiri-sendiri di bawah koordinasi pemerintah daerah. Melalui diskusi ini, diharapkan lahir rekomendasi agar CSR menjadi program berkelanjutan yang manfaatnya benar-benar dirasakan warga Cilegon. []

