Rabu, Juli 24, 2024
BerandaHumanioraBPDB Cilegon Waspadai Ancaman Karhutla Saat Fenomena El Nino Berlangsung

BPDB Cilegon Waspadai Ancaman Karhutla Saat Fenomena El Nino Berlangsung

BCO.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon menyebut, fenomena El Nino tidak hanya berdampak terhadap kondisi ketersediaan air bersih bagi masyarakat di pelosok wilayah Kota Cilegon terutama di perkampungan yang berada di perbukitan. Akan tetapi, ada potensi yang lain yang harus diwaspadai seperti kebakaran hutan dan lahan yang menjadi ancaman saat musim kemarau berlangsung.

Kabid Kesiapsiagaan dan Kebencanaan pada BPBD Kota Cilegon Oman Faturahman mengatakan, potensi kebakaran lahan saat musim kemarau selalu mengintai. Pasalnya, banyak tumbuhan yang mulai mengering dan mudah terbakar. “Dampak yang sering itu disamping kekurangan air, juga kebakaran hutan dan lahan,” ujar Oman Faturahman, Senin 14 Agustus 2023.

Oleh karena itu, mantan Sekertaris Camat di Kecamatan Pulomerak ini meminta masyarakat untuk tidak sembarangan membakar sampah maupun rumput kering di lokasi perkebunan. Pihaknya juga tengah bersiaga dan berkolaborasi dengan tim pemadam kebakaran untuk mewaspadai ancaman kebakaran hutan dan lahan. “Kami mengimbau kepada masyarakat yang biasa berkebun di perbukitan, untuk tidak meninggalkan api atau bara api di kebunnya,” ujarnya lagi.

Disinggung soal ancaman krisis air bersih, Oman mengaku, telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Banten maupun stakeholder di wilayah kelurahan akan memobilisasi pengiriman air bersih apabila dibutuhkan. Dia bilang, potensi krisis air bersih dampak El Nino di Kota Cilegon terdapat di sebagian permukiman penduduk di Kecamatan Pulomerak, Kecamatan Grogol, dan Kecamatan Purwakarta. “Bisa nanti kita koordinasi dengan instansi yang menyediakan air bersih,” pungkasnya.

Sebagai informasi, BMKG memprediksi puncak dampak El Nino akan terjadi pada Agustus-September 2023 mendatang. Hasil monitoring hingga pertengahan Juli 2023, sebanyak 63 persen dari zona musim telah memasuki musim kemarau. BMKG memprediksi kemarau tahun ini akan lebih kering dari normalnya dan juga lebih kering dari tiga tahun sebelumnya.

Beberapa daerah yang akan terdampak cukup kuat adalah sebagian besar wilayah Sumatera seperti Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Bengkulu, Lampung. Seluruh Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara diprediksi memiliki curah hujan paling rendah dan berpotensi mengalami musim kering yang ekstrem.

Adapun sektor yang paling terdampak dari fenomena El Nino adalah sektor pertanian-utamanya tanaman pangan semusim yang sangat mengandalkan air. Rendahnya curah hujan tentunya akan mengakibatkan lahan pertanian kekeringan dan dikhawatirkan akan mengalami gagal panen. Oleh karenanya, BMKG mendorong pemerintah daerah khususnya bagi daerah yang diprediksi terdampak serius untuk melakukan langkah mitigasi dan aksi kesiapsiagaan secepat mungkin. Caranya, melakukan gerakan panen hujan, memasifkan gerakan hemat air, dan menyiapkan tempat cadangan air untuk puncak kemarau. []

 

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Recent Comments