Minggu, Juli 21, 2024
BerandaHukum & KriminalBNNK Ungkap 7 ASN Pemkot Cilegon Terindikasi Gunakan Narkoba

BNNK Ungkap 7 ASN Pemkot Cilegon Terindikasi Gunakan Narkoba

BCO.CO.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cilegon memaparkan, sedikitnya ada 7 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Lingkungan Pemerintah Kota Cilegon yang terindikasi narkoba jenis sabu-sabu sepanjang tahun 2023.

Ini terungkap, ketika BNN Kota Cilegon menggelar konferensi pers akhir tahun pada Rabu 27 Desember 2023 di Aula Serbaguna, BNN Kota Cilegon.

“Ada 7 ASN yang pada umumnya menggunakan narkotika jenis sabu-sabu,” ungkap Raden Fadjar Widjanarko, Kepala BNNK Cilegon, kepada wartawan.

Dijelaskan, bahwa ketujuh ASN yang bekerja di lingkungan pemerintah itu saat ini telah menjalani rehabilitasi dan sudah menjalani penanganan oleh Klinik BNN Kota Cilegon.

“Dan sudah dilakukan upaya rehabilitasi dan masa atensu dan masa penanganan selama satu tahun,” jelasnya.

Raden mengungkapkan, ketujuh ASN yang terindikasi narkoba jenis sabu-sabu, itu didapat dari hasil tes urine dibeberapa OPD di Kota Cilegon.

“Hasil tes urine BNN kepada Pegawai Pemkot Cilegon, selain intervensi kepada seluruh masyarakat, kalangan pelajar, kami juga melakukan intervensi kepada lingkungan pemerintah,” ungkap Raden lagi.

“Sehingga ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan jenis narkotika kepada ASN dan sudah dilakukan upaya penanganan rehabilitasi dan sudah selesai,” imbuhnya.

Disinggung soal sanksi hukum, Raden bilang, ASN yang menggunakan narkoba jenis sabu-sabu itu dibawah ketentuan. Sehingga, ASN yang kedapatan menggunakan narkoba hanya dilakukan rehabilitasi saja.

“Kalau dia (ASN) pengguna, bukan kurir, dan bukan pengedar, kemudian penggunaannya dibawah ketentuan harus direhabilitasi sesuai dengan permohonan dan izin kepala OPD,” terangnya.

 

Di tempat yang sama, Penanggung Jawab klinik Pratama BNN Kota Cilegon dokter Hayati Nufus merinci, sepanjang 2023 ada sekitar 27 orang yang dilakukan rehabilitasi di BNN. Para pengguna narkoba yang sudah menjalani rehabilitasi didominasi oleh masyarakat umum dibawah usia 18 tahun.

“Untuk tahun ini kita ada pasien sekitar 27 per Desember semuanya sudah selesai 26 selesai satu orang drop out karena ada rujukan dari dinas sosial,” tuturnya. []

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Recent Comments