Minggu, April 21, 2024
spot_img
BerandaHukum & KriminalBerbekal Rekaman CCTV, Polsek Ciwandan Ungkap Kasus Pencurian Kerbau di PT BBMI

Berbekal Rekaman CCTV, Polsek Ciwandan Ungkap Kasus Pencurian Kerbau di PT BBMI

CILEGON, BCO.CO.ID – Unit Reskrim Polsek Ciwandan mengungkap kasus pencurian kerbau yang terjadi pada 15 Januari 2021 di wilayah PT Batu Buana Makmur Indonesia. Saat itu, empat ekor kerbau peliharaan milik Mista, warga Lingkungan Warungkara, Kelurahan Randakari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, hilang ketika sedang digembala di lahan rumput di daerah ini. Dari keempat ekor hewan ternak peliharaannya tersebut, satu ekor kerbau dipotong pelaku pencurian.

Mista, pemilik kerbau menceritakan, ia mengetahui kerbaunya hilang saat hendak dipindahkan ke kandangnya pada sore hari. Selain mengetahui hewan ternaknya hilang tersebut, di lokasi tersebut Mista melihat gumpalan darah serta jejak kendaraan truk. Mengetahui hal tersebut, pemilik langsung melaporkan kejadian itu kepada kepolisian setempat.

“Sore dijemput udah enggak ada di tempat. Terus disitu (TKP-red) ada jejak mobil sama gumpalan darah, yang hilangnya empat ekor,” kata Mista kepada BCO, di Mapolsek Ciwandan, Rabu 03 Februari 2021.

iklan

Polisi yang menerima laporan kehilangan ini langsung mendatangi tempat kejadian perkara dan mendapati rekaman CCTV di area perusahaan tersebut. Dalam rekaman CCTV itu terlihat sebuah truk mengangkut tiga ekor kerbau milik Mista. Selanjutnya, unit reskrim Polsek Ciwandan langsung menelusuri kasus tersebut serta mendapati identitas pemilik kendaraan truk A 9467 PA yang membawa kerbau curian. Selain itu, polisi juga akhirnya menangkap MH (34) warga Cilegon yang diringkus di Kampung Cijango, RT/RW 001/007, Desa Mekarsari, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang.

Kapolsek Ciwandan AKP Ali Rahman mengungkapkan, sebelum melakukan aksi kejahatannya itu, MH menyewa kendaraan truk dan mengajak 3 rekan untuk membantunya mengangkut kerbau. Ia juga sempat meminjam uang kepada pedagang daging yang diketahui warga Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, sebesar Rp3 juta rupiah untuk biaya diperjalanan serta untuk membayar ketiga rekannya. Kepada pedagang daging dan rekannya, MH mengaku bahwa kerbau yang hendak diambil adalah milik MH sendiri.

“Kemudian ada satu ekor kerbau anakan yang terlilit tali hendak mati, yang pada akhirnya (pelaku-red) berinisiatif meminta salah satu rekannya menyembelih kerbau itu menggunakan golok yang dibawanya,” kata AKP. Ali Rahman, Kapolsek Ciwandan.

Selanjutnya usai melakukan aksinya itu, tersangka membawa barang curiannya ke Cibaliung, Kabupaten Pandeglang. Pelaku menawarkan kerbau tersebut kepada HM, namun HM meminta surat kepemilikan kepada tersangka.

“Pelaku menjanjikan surat akan diserahkan pada hari Minggu. Sebelumnya pelaku juga menawarkan harga sebesar Rp30 juta kepada HM. Namun saudara HM juga belum memberikan keputusan karena menunggu surat (kepemilikan kerbau-red) dari kelurahan,” jelas Ali.

Sebelum melakukan transaksi, pelaku akhirnya ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Ciwandan. Dari tangan MH, polisi menyita sejumlah barang bukti yang digunakan pelaku. Antara lain uang tunai Rp700 ribu sisa biaya aksi pencurian tersebut, sebilah golok untuk memotong kerbau, tali tambang untuk mengikat kerbau, kayu sepanjang 2,5 meter untuk menggotong daging kerbau, dan satu unit truk Mitsubishi Colt Diesel A 9467 PA untuk mengangkut barang curiannya.

Akibat perbuatannya tersebut, tersangka dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan bui maksimal tujuh tahun. Polisi juga masih melakukan pengembangan terhadap kasus pencurian kerbau ini. []

RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Recent Comments