Senin, Mei 25, 2026
BerandaBencana AlamBanten Rawan Bencana, Warga Lebak Gede Dilatih Menyelamatkan Diri

Banten Rawan Bencana, Warga Lebak Gede Dilatih Menyelamatkan Diri

CILEGON.BCO.CO.ID – Ratusan warga Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, mengikuti simulasi kebencanaan yang diskenariokan bahwa Kota Cilegon diguncang gempa magnitudo 8,7 skala richter yang berpusat di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang. Gempabumi memicu tsunami sehingga membuat masyarakat yang dekat wilayah pesisir pantai itu berlarian menyelamatkan diri ke area perbukitan.

Dalam pelaksanaan simulasi ini, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Cilegon Faturohman menyampaikan, masyarakat dilatih untuk menyelamatkan diri secara mandiri tanpa bantuan petugas penyelamat. Hal ini dilakukan guna melatih kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

“Yang kita target pada gladi ini adalah kapasitas masyarakat dalam kesiapsiagaan bencananya, belum ada petugas datang, belum ada stakeholder datang, tapi masyarakat sudah mandiri melakukan evakuasi pada saat gempa,” ujar Faturohman, Jum’at 21 Oktober 2022.

Ditanya soal imbas gempabumi dan memicu bencana gagal industri, Faturohman menyatakan, masyarakat hanya diberikan pengetahuan soal tersebut. Katanya, industri juga telah mempersiapkan skenario penanganan ketika peristiwa terburuk terjadi. “Hanya kita diskenario kali ini gagal industri hanya sebagai pengetahuan saja, karena dari perusahaan juga kemarin melakukan itu maka kita sekarang gempa dengan ancaman tsunami saja,” jelasnya.

Sementara di tempat sama, Kepala BMKG Stasiun Serang Muhammad Nur Huda mengungkapkan, edukasi kesiapsiagaan sangat perlu dilakukan oleh masyarakat. Pasalnya, kata Huda, wilayah Selat Sunda atau Selatan Banten terdapat pertemuan lempeng patahan Indo Australia dan Euroasia. Patahan besar ini selalu bergerak setiap harinya. Oleh karena itu, masyarakat di wilayah Banten harus selalu waspada dengan kondisi tersebut.

“Ini menjadikan suatu indikasi kita, khususnya masyarakat Banten harus waspada dengan kondisi tersebut. Sebenarnya ada satu keuntungan apabila kegempaan itu sering terjadi bahkan mungkin setiap hari dengan intensitas kecil, paling tidak energi yang selalu dikeluarkan itu juga akan mengurangi energi-energi yang tiba-tiba terjadi. Tetapi ini juga tidak membuat kita lengah dengan adanya itu, tetap harus waspada,” terang Muhammad Nur Huda.

Menurutnya, gempabumi dengan intensitas kecil yang kerap dirasakan oleh masyarakat dapat memicu kesiapsiagaan dalam hal evakuasi mandiri. “Karena sering ada gempa kecil paling tidak ada sudah ada satu kesiapsiagaan dari masyarakat yang sering mengalami itu,” pungkasnya. []

RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -

Recent Comments