BCO.CO.ID – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Cilegon Ahmad Aflahul Aziz, menyoroti kondisi tanjakan Jalan Lingkar Selatan (JLS) di Kecamatan Citangkil yang kerap memakan korban lantaran sulit untuk dilalui kendaraan besar terutama kendaraan logistik yang memiliki tonase besar.

Selain penertiban kendaraan ODOL, Aziz berujar, perlu adanya perataan jalan atau road grading untuk mengurangi tingkat kemiringan tanjakan tersebut. Hal itu perlu dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, mencegah kendaraan mogok, dan mengurangi risiko kecelakaan.
“Kita ketahui kalau sudut elevasi tanjakan inikan lumayan curam dan di atasnya itu pertigaan dari atau ke Mancak. Sopir yang pertama kali melintas inikan pasti harus mengurangi laju kendaraannya sementara beban yang dibawa lumayan berat. Inilah mungkin salah satu faktor untuk dilakukan perataan,” kata Aziz, Selasa 14 Juli 2026.
Aziz bilang, kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan kecil dan kendaraan besar yang tidak bisa menanjak sudah berulang kali terjadi di tanjakan tersebut. Tak hanya kerugian materil, bahkan sudah banyak pengguna jalan yang meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.
“Jalur inikan salah satu jalur penggerak ekonomi. Tentu ini harus diperhatikan juga oleh Pemkot Cilegon bagaimana menciptakan jalur ekonomi yang bisa menjamin keselamatan penggunanya,” jelasnya.
Oleh sebab itu, Aziz berharap, Pemkot Cilegon bisa melakukan perataan tanjakan para pengguna jalan tetap nyaman dan ekonomi masyarakatnya bisa terus bergerak untuk tumbuh ke arah yang lebih baik. “Kalau jalurnya bagus, ekonominya akan bergerak tumbuh dan logistiknya terjamin,” kata Aziz lagi.
Ia juga menambahkan, Pemkot Cilegon perlu membuat timbangan untuk memfilter kendaraan ODOL dan juga kantung parkir yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Truk ODOL yang melintas inikan banyak banget, jadi perlu juga dibuat timbangan untuk mengurangi beban jalan,” imbuhnya.
Selain nantinya dapat membatasi kendaraan besar yang melintas, hal ini juga dapat menekan biaya perawatan jalan. Sebab menurutnya, beban jalan bisa dikurangi sehingga jalan yang dilintasi kendaraan bisa lebih awet. “Kalau kantung parkir kan juga bisa menambah PAD, jadi truk yang biasanya lalu lalang inikan dibatasi dan harus masuk kantung parkir. Macetnya teratasi, jalannya terawat, PAD-nya tumbuh. Tinggal Pemkot Cilegonnya, mau apa tidak,” pungkasnya. []
