Rabu, April 29, 2026
BerandaParlemenAPBD Cilegon 2026 Anjlok 20 Persen, Ini Penyebabnya

APBD Cilegon 2026 Anjlok 20 Persen, Ini Penyebabnya

BCO.CO.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon resmi mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Pengesahan dilakukan dalam Rapat Paripurna pada Jumat 28 November 2025.

iklan

​Postur APBD 2026 ini tercatat mengalami penurunan signifikan, sekitar 20 persen, dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan drastis ini dipicu oleh berkurangnya Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.​​

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Cilegon, Yamanan yang membacakan laporan, menjelaskan bahwa penyusunan APBD 2026 kali ini menghadapi tantangan yang berat.​”Kami menyadari bahwa penyusunan APBD Tahun 2026 menghadapi tantangan yang tidak ringan,” kata Yamanan.

​Ia menyoroti penurunan pendapatan transfer dan perlunya penyesuaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD). ​“Penurunan pendapatan transfer dari pusat, perlunya penyesuaian target PAD, kebutuhan belanja prioritas yang semakin meningkat, keterbatasan ruang fiskal untuk belanja modal,” imbuhnya.

Menurutnya, ​APBD 2026 telah disusun secara realistis dan terukur. Adapun rincian angkanya adalah, ​total pendapatan daerah 2026 diproyeksikan sebesar Rp1.966.841.743.000 meliputi ​Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp1.030.000.000, ​pendapatan transfer Rp936.800.000 total belanja daerah 2026, diproyeksikan sebesar Rp2.001.841.743.000.​

Untuk menutup defisit yang terjadi, direncanakan adanya Pembiayaan Neto sebesar Rp35 miliar. ​”Pemanfaatan pembiayaan ini diarahkan untuk menutup defisit serta mengamankan keberlangsungan program prioritas yang tidak dapat ditunda,” terangnya.​​

Meskipun APBD mengalami tekanan fiskal, baik dari pusat maupun PAD, DPRD dan Pemkot Cilegon memastikan bahwa pelayanan dasar seperti infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan tidak akan terganggu.​

Yamanan mengungkapkan, ditengah tekanan ini, diperlukan APBD yang adaptif dan disiplin.​”Pemerintah daerah dan DPRD harus mampu menghadirkan APBD yang disiplin, adaptif, dan antisipatif,” ujarnya.

​Banggar DPRD pun merekomendasikan beberapa strategi untuk menguatkan fiskal daerah, di antaranya ​memperkuat kemandirian fiskal, optimalisasi PAD melalui digitalisasi pendapatan dan penguatan BUMD. Mengutamakan belanja program prioritas, belanja modal harus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi.​

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cilegon Rizki Khairul Ichwan yang memimpin sidang, meminta Pemkot segera memproses APBD yang baru disahkan ini ke tingkat provinsi.​ “Kami menyarankan agar Pemkot segera membawanya ke Provinsi untuk dilakukan evaluasi,” tutupnya singkat. []

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

- Advertisment -

Recent Comments