Senin, Mei 25, 2026
BerandaKesehatanAwal 2026 Dinkes Cilegon Temukan 16 Kasus Baru HIV, Terbanyak Akibat Homoseksual

Awal 2026 Dinkes Cilegon Temukan 16 Kasus Baru HIV, Terbanyak Akibat Homoseksual

BCO.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon mencatat penambahan 16 kasus baru HIV dari Januari hingga Februari 2026. Kasus tersebut ditemukan dari sejumlah kelompok risiko, dengan mayoritas berasal dari laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (Homoseksual) atau LSL.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Ratih Purnamasari, menjelaskan bahwa dari 16 kasus tersebut, sebanyak 8 kasus berasal dari kelompok LSL. “Selain itu, 1 kasus berasal dari pelanggan pekerja seks, 1 kasus dari pasangan orang dengan HIV dalam hubungan suami-istri, serta 2 kasus dari populasi umum yang tidak teridentifikasi faktor risikonya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa 31 Maret 2026.

Ia menambahkan, pada periode tersebut tidak ditemukan kasus dari kelompok ibu hamil, waria, pengguna narkoba suntik, maupun warga binaan pemasyarakatan.Dari temuan kasus di awal tahun 2026 itu, Dinkes juga mencatat adanya 1 kasus HIV dengan komplikasi Tuberkulosis (TBC) serta 3 kasus yang telah berkembang menjadi AIDS dengan Infeksi Menular Seksual (IMS).

“HIV dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga penderita sangat rentan terhadap infeksi lain seperti TBC,” tambahnya.

Sementara itu, sepanjang tahun 2025 Dinas Kesehatan Kota Cilegon menemukan sebanyak 102 kasus baru HIV. Data tersebut merupakan temuan kasus baru dan tidak digabungkan dengan kasus lama maupun kategori AIDS yang telah memasuki stadium lanjut.Pada tahun yang sama juga ditemukan sejumlah kasus yang telah berkembang menjadi AIDS serta tercatat 6 kasus kematian.

Secara kumulatif, sejak pencatatan dimulai pada tahun 2005 hingga Februari 2026, total kasus HIV/AIDS di Kota Cilegon mencapai 1.484 kasus.Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.060 kasus terjadi pada laki-laki dan 424 kasus pada perempuan. Kasus terbanyak ditemukan pada kelompok usia 20 hingga 49 tahun yang merupakan usia produktif, meskipun terdapat pula kasus pada anak-anak akibat penularan dari ibu ke anak.

Untuk menekan angka penularan, Dinkes Cilegon terus melakukan berbagai upaya pencegahan seperti layanan Mobile VCT (Voluntary Counseling and Testing), sosialisasi dan edukasi yang dilakukan di masyarakat, sekolah tingkat SMP dan SMA, serta di lingkungan perusahaan.Karena itu, masyarakat diimbau untuk menghindari perilaku seksual berisiko, menggunakan alat pelindung saat berhubungan seksual, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.[]

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

- Advertisment -

Recent Comments