Selasa, Juli 16, 2024
BerandaParlemenDewan Godok Raperda Inisiatif, Toko Waralaba di Cilegon Bakal Dibatasi

Dewan Godok Raperda Inisiatif, Toko Waralaba di Cilegon Bakal Dibatasi

CILEGON.BCO.CO.ID – Komisi II dan sejumlah fraksi di DPRD Kota Cilegon tengah menggodok rancangan usulan peraturan daerah (Raperda) Inisiatif tentang Pengelolaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Swalayan. Hal itu dikarenakan saat ini masih banyak toko waralaba atau minimarket yang belum memiliki izin dan pengelolaan yang jelas.

 

Dari draf Raperda yang diterima wartawan, ada sejumlah aturan yang nantinya akan diberlakukan apabila Raperda ini telah disahkan menjadi Perda. Pada Pasal 35, tecatat pendirian pusat perbelanjaan dilarang didirikan pada lokasi kawasan Pasar Rakyat.

 

Kemudian pada Pasal 36 poin pertama, pendirian pusat perbelanjaan wajib memperhatikan batasan jarak dengan Pasar Rakyat minimal 500 M dihitungdari batas terluar Pasar Rakyat dari seluruh arah dengan mengikuti lurus jalan.

Kemudian, menyediakan areal parkir paling sedikit 30 persen dan menyediakan ruang usaha mikro paling sedikit 10 persen dari seluruh luas tanah dengan memperhatikan status jalan. Lalu, menyediakan fasilitas Pusat Perbelanjaan yang sehat yang bersih, (hygienis), aman, dan tertib. Menyediakan ruang publik, menyediakan ruang ruang promosi dan ruang usaha untuk usaha mikro di Kota Cilegon, dan menyediakan ruang untuk sholat yang layak.

Poin kedua, Pusat Perbelanjaan harus menyediakan areal parkir sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dilakukan oleh pengelola Pusat Perbelanjaan sebagai wajib pajak parkir.

Dan poin ketiga, Ketentuan lebih lanjut menyediakan ruang promosi dan ruang usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e diatur dalam peraturan Walikota Cilegon.

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Cilegon Qoidatul Sitta mengatakan, Raperda Inisiatif yang digagas oleh Komisi II DPRD Kota Cilegon ini juga untuk mengatur tata letak sehingga tidak mengganggu warung-warung milik masyarakat. Pasalnya, minimarket yang ada di Kota Cilegon saat ini sudah tidak beraturan dan menjamur hingga kampung-kampung kecil. “Yang pasti kita menekankan ke titik beratnya itu, bagaimana pengelolaan si pasar modern ini terkait jaraknya dengan si pasar rakyat ini tidak saling berdekatan. Dan kedua, memang bagaimana perizinan si pasar modern ini harus lebih diperbaharui lagi, karena sejak tahun 2012 tidak sesuai dengan diberlakukannya Perwal terkait tentang perdagangan,” kata Qoidatul Sitta, Sekretaris Komisi II DPRD Kota Cilegon, Senin 15 Agustus 2022.

Dikatakan Sitta, apabila Perda ini sudah disahkan maka kemungkinan besar akan ada pembatasan terhadap minimarket di Kota Cilegon.”Bisa jadi kan, makanya kita pembahasan lebih lanjutnya dengan eksekutif seperti apa, mengingat ini semua mata pencaharian yang ada di Cilegon,” terangnya.

Dijelaskan, pembatasan tersebut artinya seluruh minimarket maupun toko waralaba harus mengikuti aturan yang telah diberlakukan.”Akan tetapi harus mengikuti prosedur aja, sesuai dengan entah itu perizinan yang harus dibenahi diperbaiki, ini rata-rata sebagian besar ternyata belum ada izinnya,” jelasnya.

Masih kata Sitta, ada lebih dari 30 toko waralaba yang beroperasi di Cilegon belum berizin. Oleh sebab itu, aturan nantinya bakal mengatur operasional hingga retribusi yang diterima pemerintah dari toko-toko tersebut.”Retribusi pasarnya kita engga tahu, sampai detik ini kita belum tahu seperti apa. Penyampaian Raperda mungkin di bulan ini juga kali yah di bulan Agustus,” tutup Sitta.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kota Cilegon Isro Mi’raj mengungkapkan, Raperda Inisiatif yang diusulkan oleh wakil rakyat ini nantinya berfungsi untuk memproteksi UMKM-UMKM milik warga Kota Cilegon.”Yang udah ada tidak bisa dihilangkan, tetapi minimal mempersempit atau membatasi sehingga masyarakat Cilegon tidak tergusur oleh pemodal kuat,” ujar Isro Mi’raj, Ketua DPRD Kota Cilegon.

Isro menyebut, menjamurnya minimarket di Cilegon disebabkan karena Pemkot Cilegon terlalu mudah memberi izin untuk operasional minimarket.”Iyah satu terlalu mudah, dan kedua banyak perizinan yang memang abai,” ucapnya lagi. []

 

 

RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Recent Comments