Sabtu, Januari 17, 2026
BerandaPemerintahan70 Anak Remaja di Cilegon Jadi Korban Pelecehan Seksual

70 Anak Remaja di Cilegon Jadi Korban Pelecehan Seksual

BCO.CO.ID – Sepanjang Januari sampai Juni 2025, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) mencatat bahwa terjadi 70 kasus pelecehan seksual pada anak di Kota Cilegon. Kasus ini, menjadi permasalahan sangat perlu ditangani serius oleh Pemerintah Kota Cilegon.

Kepala DP3AP2KB Kota Cilegon Lia Nurlia Mahatma mengatakan, kasus pelecehan seksual tersebut banyak dialami oleh anak berusia 15-18 tahun atau pada masa remaja. “Kasus pelecehan ini dialami oleh anak-anak di Kota Cilegon dari rentang usia 15 tahun sampai 18 tahun,” kata Lia Nurlia Mahatma, Rabu 23 Juli 2025.

Lia tak henti-hentinya mendorong, agar para korban kasus tersebut untuk berani melapor. Korban, tentunya akan mendapatkan pengawasan serta pendampingan dari pihak Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA). Selain itu, pihaknya mengaku selalu memberikan edukasi kepada masyarakat untuk dapat berani menjadi pelopor dan pelapor, dan paham kasus seperti itu harus dilaporkan bukan untuk ditutupi.

“Kami selalu mengimbau kepada masyarakat jika melihat atau mengalami hal seperti itu jangan takut untuk melapor kepada kami dan akan mendampingi sampai dengan anak itu kembali percaya diri lagi,” terangnya.

Dijelaskan, kasus pelecehan seksual merupakan kejadian yang diluar dari kendali siapapun, meskipun banyak pihak telah memberikan edukasi kepada masyarakat. “Kasus pelecehan itu diluar kendali kita, sehebat apapun bagaimana kita melindungi dan menjaga, kalau ada sesuatu yang longgar celahnya dan tidak diawasi ada kejadiannya,” jelasnya.

Ia meminta kepada para orang tua untuk dapat ikut serta mengawasi kegiatan para anak-anaknya saat berada di luar rumah. Rata-rata, orang tua percaya pada anak yang dari pagi sampai sore hanya belajar, namun Lia meminta, untuk tidak menilai sang anak hanya melihat dari sisi akademiknya saja.

“Peran orang tua bukan cuma mengawasi anaknya ada dimana, tapi lihat perubahan pada anak, selama ini jarang anak berkomunikasi dengan orang tuanya,” imbuhnya.

Sementara itu, Istri Wakil Walikota Cilegon Nur Kusuma Ngarasati mengajak para orang tua untuk dapat selalu melihat update anaknya setiap hari, dan melakukan pengawasan kepada anak saat berada di luar rumah.

“Yang jelas yuk kita sama-sama saling merangkul yang lain, kita juga haarus bisa mengawasi anak-anak pergi main sama siapa pergi kemana,” ucap Raras.

Raras juga berterimakasih kepada orang tua yang sudah berani melaporkan tindakan yang dialami oleh para korban kepada pihak terkait. “Untuk korban saya berterima kasih karena sudah berani melapor, InsyaAllah kita akan mendampingi terus kasusnya sampai pelaku tertangkap,” pungkasnya. []

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Recent Comments