Rabu, Juli 24, 2024
BerandaEkonomi BisnisUMKM Banafie di Ramanuju Jadi Wadah Emak-emak Kreatif Penghasil Cuan

UMKM Banafie di Ramanuju Jadi Wadah Emak-emak Kreatif Penghasil Cuan

CILEGON.BCO.CO.ID – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Banafie yang digawangi Evi Ruswandiny di Lingkungan Ramanuju Tegal, Kelurahan Citangkil, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, mampu membawa perubahan bagi warga sekitar terutama ibu rumah tangga. Di tangan Evi, 10 orang ibu rumah tangga anggota UMKM Banafie di lokasi tersebut mampu berkreasi membuat aneka pakaian hingga souvenir untuk mempercantik rumah dari berbagai barang dengan konsep zero waste.

Kepada BCO Media, Owner Banafie, Evi Ruswandiny mengaku sudah 10 tahun lebih menjalankan usaha tersebut bersama ibu-ibu rumah tangga sekitar. Dalam perjalanan itu pula, ia dibantu oleh Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon Nurrotul Uyun serta Dinas Koperasi dan UKM Kota Cilegon untuk mengembangkan serta memasarkan produk yang diciptakannya bersama ibu-ibu rumah tangga yang menjadi anggota UMKM Banafie.

“Kalau Ibu Uyun beliau bantu pasarin produk yang kita buat ke kolega-koleganya, kalau dari Dinas mah kita dibantu dalam pembinaannya,” kata Evi Ruswandiny, Owner Banafie, Kamis 10 November 2022.

Evi bilang, ia bersama ibu-ibu di sekitar lokasi rumahnya setiap hari mampu membuat souvenir yang dijual dari harga belasan ribu hingga ratusan ribu rupiah. Selain itu juga, mereka mampu membuat mukena hingga bed cover yang siap diadu kualitasnya dengan brand bermerk yang banyak beredar di pasaran. “Kami bikin sprei kemudian bed cover, terus yang sekarang lagi digandrungi itu kita bikin mukena. Kita jual di online, ada juga kita titip di reseller,” ucapnya.

Selama menjalankan usaha ini, setiap ibu rumah tangga yang membuat pakaian ataupun souvenir itu akan mendapatkan keuntungan dari bahan yang mereka buat sendiri. Selain itu juga, Evi sendiri bahkan lebih banyak menjual barang yang ia buat ke luar daerah Cilegon dengan omzet mencapai Rp5 juta per bulan.

“Jadi kalau ibu-ibu yang bikin itu nanti hasilnya setelah dikurangi bahan dan ngejahitnya. Misal, mereka bikin celana ini nanti dikurangi harga bahan sama ngejahit habis itu sisa penjualannya sama mereka. Kalau saya sendiri itu kebanyakan ngejualnya ke luar daerah yang paling jauh adalah ke Sulawesi,” terangnya.

Setiap sisa bahan dari hasil produk yang dibuat, Evi menambahkan, ia dan ibu-ibu lain akan berupaya dengan menciptakan produk lainnya dari bahan sisa tersebut. “Kalau ada sisa bahan kita pasti ciptakan produk baru lagi seperti bantal dudukan ini, ini asalnya dari sisa-sisa produk yang kami bikin juga. Konsepnya kami zero waste, semua barang bisa bernilai ekonomis dan tidak ada yang terbuang sia-sia,” pungkas Evi.

Ia berharap, UMKM yang serupa bisa bermunculan di Kota Cilegon sehingga mampu membawa perubahan bagi perekonomian dan kreativitas masyarakat di lingkungan yang ditinggali.[]

RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Recent Comments