CILEGON.BCO.CO.ID – Pentas Ubrug Keliling yang digagas Asiatul Jannah Albantani Foundation dan Teater Wonk Kite dengan tajuk Lelakon Urip: Seniman Akar Rumput 2045, berlangsung meriah dan mendapat antusias penonton.

Tidak hanya ubrug, pementasan yang diselenggarakan di Padepokan Pencak Silat Naga Mas itu juga diramaikan oleh musikalisasi puisi oleh perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Budaya Wong Banten (Sebawon) Universitas Al-Khairiyah (Unival) yang membawakan karya puisi Sapardi Djoko Damono yang berjudul Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana dan juga penampilan gembrung atau atraksi Pencak Silat dari adik-adik PPS Naga Mas dan perguruan silat lainnya di sekitar lokasi acara.
Bahroni atau yang akrab dengan nama panggung Roni Gesenk selaku sutradara menjelaskan, pertunjukan yang dituturkan melalui pementasan ubrug menceritakan tentang perjalanan hidup seorang seniman yang sudah puluhan tahun berkecimpung di kesenian dengan berbagai permasalahan yang dihadapinya.
“Berangkat dari keresahan hidup berkesenian, naskah ini sedikitnya bercerita tentang kehidupan kawan-kawan seniman yang ada di Kota Cilegon. Puluhan tahun berkiprah melestarikan kebudayaan agar tidak punah tergerus jaman, namun tidak pernah ada perhatian yang serius dari pemerintah terhadap kelangsungan hidup para seniman yang mati-matian melestarikan budaya atau nilai-nilai lain yang terkandung di dalamnya agar tetap ada dan dapat menjadi edukasi bagi generasi muda di Kota Cilegon khususnya dan Banten umumnya. Ke depan kalau kita tidak menjaga dan memelihara nilai-nilai budaya atau kearifan lokal yang ada, lalu siapa yang akan melanjutkan,” ujar Roni, di sela pementasan, Jumat malam, 24 Juni 2022.
Maka dari itu, lanjutnya, kehadiran pemerintah sangat diharapkan dalam upaya pelestarian nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang terkandung dalam proses atau perjalanan berkesenian.
Hadir di tempat sama, Ketua LSM Gappura Banten Husen Saidan mengapresiasi apa yang dilakukan pegiat seni budaya yang ada di Kota Cilegon. Ia menilai, upaya yang dilakukan oleh pegiat seni budaya khususnya ubrug, selama ini sudah sangat luar biasa.
“Ini sudah bagus dan alhamdulillah kawan-kawan sangat konsisten dalam upaya melestarikannya. Hanya saja, peran pemerintah masih belum maksimal dalam melakukan pembinaan terhadap kegiatan yang sifatnya melestarikan seni budaya dan kearifan lokal,” katanya.
Husen juga mendorong agar pemerintah bisa memperhatikan potensi yang ada agar tidak punah dan hilang tanpa pernah ada upaya dari instansi terkait.
“Selain pencak silat, ubrug juga merupakan salah satu budaya yang harus dilestarikan, selama ini kawan-kawan mengaku kesulitan untuk menggelar latihan maupun pentas dikarenakan tidak ada tempat yang representatif yang disediakan oleh pemerintah daerah. Saya berharap pemerintah bisa memfasilitasi adanya pusat kegiatan seni budaya berupa sanggar atau gedung pertunjukan, agar semangat dari kawan-kawan bisa terus membara dan tidak padam,” tutupnya.
Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Lurah Lebak Denok Yusuf, Tokoh Pegiat Budaya Mad Ireng, Ketua Dewan Kesenian Cilegon sekaligus Ketua Asiatul Jannah Albantani Foundation Ahdi Zukhruf Amri, Presiden Teater Wonk Kite Aman Tajudin, Ketua UKM Sebawon Rizal.
Hadi juga Pemimpin Redaksi BCO Media Network Fauzi Albarra, Ketua Yayasan Bina Cipta Optima Ihwan Hadi Susanto, Direktur Radio Mandiri FM Erik Islami, Ketua Majelis Kesenian Cilegon Edi Febriadi, Tokoh Masyarakat Kapu Denok Masjid, Ketua Griye Kreatif Albantani Irul, perwakilan anggota Evo Community Anas, para Pembelajar di BCO Classroom, dan sejumlah tamu penting lainnya. []
