CILEGON.BCO.CO.ID – Siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Cilegon kembali menunjukkan kualitasnya. Seakan tak mau kalah dari alumninya yang meriah beasiswa di Italia, Dhini Febriyanti siswi Kelas XII IPA 3 berhasil meraih medali emas bidang studi fisika pada ajang National Physics Olympiade yang digelar secara daring pada Juni 2022 lalu. Dengan prestasi tersebut, sekolah madrasah membuktikan bisa bersaing di kancah nasional sampai internasional.

Kepada wartawan, Dini Febriyanti mengaku berhasil menyisihkan ratusan peserta lainnya dari berbagai daerah di Indonesia pada olimpiade itu. “Pesertanya ada 300-an, Dhini masuk lima besar, lima besar itu dapat medali emas,” ujar Dhini Febriyanti, Senin 8 Agustus 2022.
Diceritakan Dhini, banyak proses yang dilalui hingga akhirnya ia berhasil meraih medali pada ajang tersebut. Anak bungsu dari dua bersaudara itu mengaku mengikuti ajang tersebut setelah mendapatkan informasi melalui media sosial.
“Nyari-nyari di Instagram itu banyak kan kaya Olimpiade Indonesia, Liga Olimpiade trus ada satu bidang fisika, kan Dini suka fisika jadi Dini ikut. Coba-coba aja awalnya, gak yakin juga awalnya karena saingannya dari mana-mana, banyak, yaudah akhirnya ikut aja, bismillah,” tutur Dhini.
Setelah mendaftar, Dhini mempersiapkan diri dengan belajar sendiri melalui YouTube dan juga guru pendamping di sekolah. Di sekolah, Dhini belajar didampingi oleh guru fisika bernama Muhammad Ihsanudin. Hasil kerasnya pun akhirnya membuahkan hasil dengan meraih skor tinggi pada ajang olimpiade.
“Ada 300 peserta itu berbarengan menjawab pertanyaan-pertanyaan fisika. Lima orang nilai tertinggi dinyatakan sebagai pemenang,” kata Dhini.
Rupanya hal tersebut bukan prestasi pertama Dhini. Ia sebelumnya juga berhasil meraih medali pada ajang Olimpiade Kedokteran. Pada ajang itu ia meraih medali perunggu.
Prestasi lain juga diraihnya pada ajang Pelatihan Olimpiade Sains Indonesia (POSI) tingkat nasional untuk mata lomba matematika. Pada kesempatan itu ia berhasil meraih medali perak.
Dari proses itu, ada juga kegagalan yang pernah dirasakan Dhini dalam mengikuti setiap ajang perlombaan. Ia mengaku beberapa kali gagal sebelum meraih medali.
Semangat tak pernah menyerah untuk mengikuti berbagai ajang perlombaan diakui Dhini datang dari diri sendiri. Ia mengaku mengikuti ajang itu agar bisa diterima di perguruan tinggi usai lulus di MAN 2 Cilegon.
“Motivasinya Dhini mau banyak-banyakin sertifikat. Dhini mau lolos SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) biar gampang ke Perguruan Tingginya,” ujar perempuan yang ingin kulit di Fakultas Kedokteran, jurusan Kedokteran Gigi tersebut.
Sementara, Kepala MAN 2 Cilegon Munirudin menjelaskan, prestasi yang diraih Dhini maupun murid atau alumni lainnya menjadi kebanggaan bagi sekolah.
Menurut Munir, sekolah telah berkomitmen untuk mengantarkan anak-anal menjadi sosok yang berprestasi. Salah satunya dengan membentuk koordinator guru yang memberikan pendampingan khusus kepada murid.
Akhirnya jadi kebanggaan kita yang bisa mengantarkan anak-anak menjadi anak-anak yang berprestasi dan yang lebih penting lagi ilmunya bermanfaat untuk agama.
“Saya tidak mau kalau ikut lomba hanya untuk menggugurkan kewajiban saja, tapi harus dikawal. Langkahnya adalah mengadakan pembelajaran secara khusus anak-anak yang memang akan ikut lomba di bidang tersebut,” kata Munir.
Saat ini MAN 2 Cilegon pun sedang fokus membina siswa untuk mengikuti lomba Kompetisi Sains Nasional (KSN) atau Olimpiade Sains Nasional (OSN).
“Jadi kita juga sekarang lagi fokus sekitar satu bulan mengawal anak-anak itu. Jadi tiga siswa dihadapkan satu guru sesuai dengan bidangnya. Ada bidang matematika, fisika, ekonomi dan sebagainya,” tuturnya. []
