Senin, Januari 19, 2026
BerandaPemerintahanTagana Cilegon Terancam Terusir dan Tak Punya Kantor Sekertariat

Tagana Cilegon Terancam Terusir dan Tak Punya Kantor Sekertariat

BCO.CO.ID – Organisasi relawan sosial Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang bernaung di Dinas Sosial dan menjadi salah satu tulang punggung dalam penanganan bencana dan kegiatan sosial di Kota Cilegon, kini tengah mengalami dilema besar dan terancam terusir dari kantor sekertariat yang mereka tempati. Pasalnya, sekertariat yang saat ini digunakan di Eks Kantor Dinas Sosial Kota Cilegon di Kecamatan Jombang, harus dikosongkan karena akan digunakan oleh instansi lain.

Hal ini sontak menimbulkan kekhawatiran serius dikalangan relawan. Sebab, sekretariat tersebut tidak hanya berfungsi sebagai kantor administratif, tetapi juga sebagai pusat koordinasi utama, gudang logistik darurat, dan titik kumpul para relawan saat terjadi bencana atau agenda kemanusiaan lainnya.

Salah seorang anggota Tagana Kota Cilegon yang enggan menyebutkan identitasnya, mengaku was-was dan prihatin dengan kondisi yang sedang mereka hadapi. “Mulai bulan depan enggak tahu ini kita dimana tempatnya, inikan mau dipakai sama Disperindag Kota Cilegon. Sementara di gedung Dinsos baru kami enggak punya ruangan,” katanya, Minggu 8 Juni 2025.

Menurutnya, anggota Tagana sebelumnya diminta untuk menempati aula di gedung Dinas Sosial Kota Cilegon yang baru di lantai dua. Namun, hal tersebut dirasa tidak efektif bagi para relawan karena lebih banyak berkecimpung di lapangan. “Enggak efektif kalau di aula dan di lantai dua, kita biasa kotor-kotoran dan jam kerjanya 24 jam harus stand by. Misal, kita habis dari lokasi bencana alam kemudian di aula ada rapat, kan enggak pantas,” terangnya.

Ia mengakui, memang masih ada lahan kosong di gedung Dinsos Kota Cilegon yang baru. Namun belum dibangun karena tidak memiliki anggaran. Sementara di sekertariat lama, masih banyak peralatan yang biasa digunakan dan sudah direnovasi agar anggota yang siaga tetap merasa nyaman. “Sementara paling kami ngontrak, teman-teman juga inisiatif kok menyisihkan rezekinya buat bayar kontrakan. Yang penting kami punya sekertariat buat teman-teman untuk siaga,” imbuhnya.

Meskipun begitu, situasi ini dikhawatirkan akan berdampak langsung pada kecepatan dan efektivitas respons kemanusiaan di Kota Cilegon. Tanpa sekretariat yang stabil dan mudah diakses, proses koordinasi, penyimpanan bantuan, dan pelatihan relawan akan terhambat, yang pada akhirnya dapat merugikan masyarakat luas yang membutuhkan.

Sementara itu Wali Kota Cilegon Robinsar menyampaikan, pihaknya akan memfasilitasi dan mengakomodir para relawan Tagana. Meskipun begitu, ia menuturkan bahwa para relawan sosial tersebut belum melaporkan hal tersebut. “Nanti kita fasilitasin, masih banyak juga bangunan disini,” ujar Robinsar.

Diungkapkan Wali Kota Cilegon, sepak terjang dan kebermanfaatan Tagana sangat tanggap dalam melakukan tugas-tugasnya sebagai relawan sosial. “Kita akan support, karena memang kita melihat sepak terjang dan kebermanfaatan Tagana itu ketika ada bencana sangat tanggap. Makanya kami apresiasi,” pungkasnya. []

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Recent Comments