BCO.CO.ID – Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Cilegon periode 2025–2028 resmi dilantik oleh pengurus SMSI Provinsi Banten.
Ketua SMSI Banten Lesman Bangun menegaskan, bahwa pelantikan di Cilegon memiliki makna historis yang kuat. Menurutnya, SMSI lahir di Kota Cilegon pada 17 Maret 2017, sehingga pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan penguatan identitas dan marwah organisasi.“Ini sejarah bagi Kota Cilegon. SMSI lahir di Cilegon, karena itu kami mengundang Forkopimda Kota Cilegon. Ini kota yang melahirkan SMSI,” tegas Lesman, di Aula DPRD Kota Cilegon, Sabtu 20 Desember 2025.
Ia menyebut, bahwa SMSI Cilegon telah melalui tiga periode kepemimpinan. Ia berpesan, agar kepengurusan baru menjaga marwah SMSI serta memperkuat kemitraan strategis dengan pemerintah daerah dan Forkopimda.“Jaga marwah SMSI, jaga kemitraan dengan pemerintah daerah dan Forkopimda se-Kota Cilegon,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Cilegon, Agus Zulkarnaen, berharap kepengurusan SMSI Cilegon yang baru dapat menjalankan amanah dengan integritas tinggi dan profesionalisme.“Media harus menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. Insan pers adalah mitra strategis pembangunan dan komunikasi publik yang edukatif serta akuntabel,” ujarnya.
Agus juga menaruh harapan besar agar SMSI menjadi wadah pemersatu media siber yang beretika, berperan aktif menangkal hoaks, serta mengedepankan jurnalisme yang mencerdaskan bangsa dan menjaga iklim demokrasi yang sehat di Kota Cilegon.
Dengan pelantikan ini, SMSI Kota Cilegon diharapkan semakin solid, berdaya saing, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah melalui peran pers yang profesional dan berintegritas.
Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Cilegon periode 2025–2028, Wawan Kurniadi, menegaskan bahwa kemajuan teknologi informasi harus tetap tunduk pada etika, kebenaran, dan nilai-nilai kemanusiaan. “Monumen Siber Indonesia ini menjadi simbol bahwa Cilegon siap menjadi bukti kota dengan teknologi siber yang canggih. Namun secanggih apa pun teknologi, ia harus tunduk pada etika dan kebenaran yang manusiawi,” tegas Wawan.
Menurutnya, organisasi ini lahir dari kegelisahan terhadap kondisi industri media yang dinilai semakin tidak sehat akibat konglomerasi dan dominasi media besar. “SMSI lahir tanpa alasan pribadi, tapi dari kegelisahan bersama melihat industri media yang tidak sehat. Karena itu, SMSI dibentuk untuk memperkuat media siber lokal agar tetap berdiri tegak dan berdaulat,” ujarnya.
Secara nasional, SMSI berkedudukan di Cilegon dan dipimpin oleh Firdaus. SMSI juga telah diakui secara konstitusional oleh Dewan Pers, memiliki legalitas resmi, serta memikul beban moral untuk menyampaikan informasi yang benar, berimbang, dan bertanggung jawab.[]

