Selasa, Juli 16, 2024
BerandaInfrastrukturRusak Parah, Bangunan SD Negeri di Ciwandan Nyaris Ambruk

Rusak Parah, Bangunan SD Negeri di Ciwandan Nyaris Ambruk

CILEGON.BCO.CO.ID – Bangunan ruang kelas milik SD Negeri Bojong Baru di Lingkungan Bojong Baru, Kelurahan Randakari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, kondisinya rusak parah dan memperihatinkan. Pasalnya, atap bangunan yang menaungi tiga ruang kelas di tempat itu dikhawatirkan ambruk lantaran kayu penyangganya telah lapuk di makan usia.

Pantauan BCO Media, pihak sekolah sengaja memasangan kayu penyangga untuk menahan beban atap yang sudah melorot. Selain itu, ada sejumlah batang bambu yang dipasang pada atap yang rusak tersebut untuk menahan agar genteng bangunan tidak jatuh. Informasi yang dihimpun, sekolah ini juga kerap mengalami kebocoran apabila sedang terjadi hujan.

Kepala SDN Bojong Baru Aca mengatakan, sekolah yang menjadi tempat belajar 425 siswanya ini belum pernah dilakukan renovasi atau perbaikan sejak dibangun pada tahun 1994 lalu. Dia mengaku, pihaknya telah mengajukan bantuan perbaikan kepada Dinas Pendidikan Kota Cilegon dari tahun 2018 namun tak kunjung terealisasikan.

“Belum pernah ada pembangunan sejak (Statusnya-Red) SD Inpres, sedangkan kami dari pihak sekolah sudah mengusulkan sejak 2018. Tetapi sampai sekarang belum ada realisasi,” ujar Aca, Kamis 13 Juli 2023.

Dijelaskan Aca, tiga ruang kelas yang kondisinya rusak parah tersebut masih difungsikan untuk kegiatan belajar mengajar. Sebab kata Aca, jumlah murid tidak sebanding dengan ruang kelas yang ada. Meskipun begitu, ia bilang, pihak sekolah khawatir apabila kondisi ini dibiarkan rusak. “Khawatir memang, khawatirnya ketika anak-anak lagi belajar amit-amit sekolahnya ambruk,” katanya.

Kegiatan belajar mengajar di SDN Bojong Baru, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, dihantui kekhawatiran bangunan sekolah ambruk, Kamis 13 Juli 2023.

Selain kondisinya yang rusak parah dan nyaris roboh, lanjut Aca, kondisi ruang kelas juga minim. Untuk memenuhi hal tersebut, SD Negeri Bojong Baru membagi kegiatan belajar mengajar menjadi dua waktu antara pagi dan siang. “Memang seharusnya pemerintah daerah menambah lokal, karena sekarang ini SD Bojong Baru semuanya punya rombel 19 dan kebutuhannya 14 rombel. Jadi kekurangannya sekitar 5 rombel,” terangnya.

Di lain sisi, Lilis, salah seorang wali murid mengaku khawatir dengan sekolah rusak yang dipakai anaknya untuk mengeyam pendidikan itu. Ia hanya bisa berharap, sekolah yang ditempati oleh anak dan murid lainnya ini bisa direnovasi agar lebih nyaman digunakan sebagai tempat belajar. “Pengennya dibangun biar belajarnya lebih nyaman dan aman,” ucap Lilis. []

RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Recent Comments